Home Lintas Jateng Ikut Rembuk Nasional, Puluhan Aktivis Demak, Ikrar Setia Pancasila

Ikut Rembuk Nasional, Puluhan Aktivis Demak, Ikrar Setia Pancasila

260
0
Ikut Rembuk Nasional, Puluhan Aktivis Demak, Ikrar Setia Pancasila

Demak, 7/7 (BeritaJateng.net) – Setelah 20 tahun reformasi, sejumlah aktivis 98 menggagas acara temu aktivis nasional.

Para pejuang reformasi 1998 itu akan bertemu di Monas, Jakarta, pada 7 Juli 2018.

Acara bertajuk Rembuk Nasional itu , akan dihadiri 50 ribu aktivis 98 yang kini tersebar di seluruh nusantara termasuk Demak.

Rembug nasional aktivis 98 ini, sebagai bentuk perlawanan terhadap intoleransi, radikalisme dan terorisme di tanah air.

Sebanyak 50 aktivis Demak, yang dimotori oleh Muhammad Rifai, berencana berangkat ke Jakarta Jumat (6/7/2018) sore, dengan menggungakan bus.

” Kawan – kawan aktivis 98 merasa prihatin dan resah dengan kian masifnya intoleransi, radikalisme dan terorisme. Gerakan – gerakan ini, dapat mengancam ideologi bangsa (Pancasila),” kata Rifai yang akrab disapa Jamus.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme telah menjadi musuh bersama bagi seluruh umat manusia. Karena nilai-nilai yang dianut dan tujuan akhir yang dituju radikalisme dan terorisme  merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaa.

“Mereka menuduh orang lain kafir, dan merasa paling benar. Berangkat dari cara pandang seperti itu mereka melakukan teror, melakukan pengeboman kepada siapapun yang diidentifikasi sebagai musuh. Semua tindakan destruktif yang mereka lakukan membuat resah masyarakat,” ujarnya.

Terorisme benar – benar telah merusak sendi sendi kehidupan berbagsa dan bernegara, mengganggu ketertiban sosial, keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Korban terus berjatuhan. Selain menyebabkan korban tewas, mereka yang terluka, meski selamat bisa menderita seumur hidup akibat cacat yang mereka derita. Karena itu, kelompok mereka ini (teroris) harus kita lawan,” kecamnya.

Para pelaku gerakan radikal dan terorisme ini masih terus menebarkan teror dan ketakutan di masyarakat yang tujuan utamanya adalah mengganti Pancasila.

” Kami para aktivis 98 setia pada Pancasila. NKRI harga mati, ” tandasnya.

Pancasila, sambung Jamus, merupakan manifestasi dari cara pandang atas kehidupan yang digali dari kebudayaan leluhur bangsa Indonesia. Pancasila juga mencerminkan pikiran para founding fathers, bahwa Indonesia didirikan bukan hanya untuk individu maupun satu golongan saja.

“Pancasila menjadi konsensus Negara Kebangsaan yang diperuntukkan bagi semua. Setia pancasila atau mati, ini tekad kami,” pungkasnya. (El)