Home Headline IJTI Berikan Penghargaan Terhadap 15 Tokoh Inspiratif

IJTI Berikan Penghargaan Terhadap 15 Tokoh Inspiratif

252
IJTI Berikan Penghargaan Terhadap 15 Tokoh Inspiratif

Semarang, 9/9 (BeritaJateng.net) – Dalam rangka memperingati bulan televisi dan hari jadi ke 21, berdirinya Ikatan Jurnalis Televisi, IJTI, Pengda IJTI Jawa Tengah, memberikan penghargaan kepada 15 tokoh inspiratif dari berbagai unsur, di Semarang, Jawa Tengah, di Hotel Patra Semarang, Jumat malam (6/9).

“Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati bulan televisi, hari jadi berdirinya IJTI pada 1998 silam. Anugerah ini diberikan kepada mereka yang dinilai berkontribusi kepada negeri ini melalui profesi masing-masing, serta memberi inspirasi bagi generasi muda,’’ ujar Ketua Pengda IJTI Jateng Teguh Hadi Prayitno.

Penghargaan ini pertama kalinya digelar IJTI Pengda Jateng, sebagai ungkapan terima kasih atas apresiasi dan dedikasi yang telah diberikan para tokoh demi kemajuan bangsa ini, termasuk Jawa Tengah.

IJTI Award 2019 diberikan kepada 15 tokoh terdiri dari pemerintahan, legislatif dan pengusaha serta ormas keagamaan/sosial kemasyarakatan. Tokoh Bidang Pemerintahan penghargaan diberikan kepada Sekjen Depdagri Hadi Prabowo, Sekda Jateng Sri Puryono, Bupati Pemalang Junaedi dan Kakanwil ATR/BPN Jateg Jonahar.

Sedangkan dibidang legislatif penerima penghargaan itu, terdiri Ketua DPR RI Bambang Susatyo, Anggota DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, Anggota DPRD Jateng Alwin Basri dan Anggota DPRD Jepara Ynuita Tri Hartini.

Sementara tokoh kalangan pengusaha penghargaan diberikan kepada  Direktur  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat, Advokas PL Soegiharto, Pegiat Sosisla/ Ketua Umum PSMTI Jateng Dewi Susilo Budiharjo. Tokoh dibidang Ormas Keagamaan/Sosial Kemasyarakatan yang menerima penghargaan terdiri Ketua PW Muhammadiyah Jateng H Tafsir dan Ketua PWNU Jateng HM Muzammil.

Penghargaan juga diberikan kepada tokoh industri televisi, yakni Lestari Moerdijat (Wakil Ketua Media Group) dan aktivis jurnalis televisi / founder Ikcomm.com Ira Koesno.

Sementara itu, Ketua IJTI Pusat Yadi Hendriyana mengatakan saat ini jurnalis berada di persimpangan jalan, di tengah kondisi media mainstream yang berhadapan dengan media sosial. wartawan media mainstream tidak bisa menyajikan berita dan gambar-gambar dengan bebas.

“Salah satu contoh Kerusuhan di Papua, kita tidak bisa melihat tayangan gambar yang sebenanya di media seperti media konvesional di antaranya medaia cetak dan dan televisi. Sementara media sosial menyebar tayangan demikian  bebasnya,” ujar Yadi dalam sambutannya.

Dia mencontohkan saat berkunjung ke Swedia melihat betapa para pengguna media sosial sangat santun. Produk media memainkan peran di dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tanpa kualitas konten, media sosial akan sangat berbahaya. Kini, para jurnalis harus memiliki preferensi tertinggi sebagai jurnalis verifikasi. Jurnalis bekerja dengan integritas, profesional, berpegangan pada UU Pers dan kode etik,” ungkap Yadi.

Dia mengharapkan media sosial juga bisa lebih beradab seperti halnya media mainstream dengan memperhatikan kode etik. (Nh/El)