Home Lintas Jateng Ijazah Ponpes Bisa Untuk Melanjutkan Kuliah

Ijazah Ponpes Bisa Untuk Melanjutkan Kuliah

2572
Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus SS MA (tengah) berfoto bersama pimpinan Pondok Pesantren dan Prie GS seusai Gebyar Pesantren UT 2015 di Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ilmu As Syarie (MIS) Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kamis (22/10) malam. foto: ist/beritajateng.net
Kepala UPBJJ-UT Semarang, Purwaningdyah Murti Wahyuni SH MHum menyerahkan plakat kepada para perwakilan  Pondok Pesantren yang hadir dalam Gebyar Pesantren 2015. foto: ist/beritajateng.net
Kepala UPBJJ-UT Semarang, Purwaningdyah Murti Wahyuni SH MHum menyerahkan plakat kepada para perwakilan Pondok Pesantren yang hadir dalam Gebyar Pesantren 2015. foto: ist/beritajateng.net

— Universitas Terbuka Terima Lulusan Pesantren

REMBANG, 23/10 (BeritaJateng.net) – Kabar menggembirakan bagi santri lulusan pondok pesantren yang setingkat SMA/Sederajat jika ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi. Pasalnya, Universitas Terbuka (UT) memberikan kemudahan bagi lulusan pesantren.

“Apabila sudah memiliki ijazah pesantren setingkat SMA atau sederajat, santri tidak perlu lagi mencari ijazah Kejar Paket C untuk mendaftar ke UT. Karena UT juga menerima ijazah dari pondok pesantren,” ungkap Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus SS MA saat memberikan sambutan pembukaan Gebyar Pesantren UT 2015 untuk memperingati Hari Santri Nasional di halaman Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ilmu As Syarie (MIS) Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kamis (22/10) malam.

Yunus mengungkapkan, salah satu kemudahan lainnya yang bisa didapatkan para santri, UT juga menyediakan ribuan beasiswa yang bisa diakses oleh para santri, khususnya santri yang kurang mampu.

“Bahkan beasiswa yang diberikan UT untuk santri bisa full. Yaitu delapan semester penuh. Asalkan santri tersebut bisa mempertahankan indeks prestasi di atas tiga terus,” tandasnya dihadapan 800 santri yang hadir.

Lebih lanjut, Yunus menerangkan, dengan mengikuti UT, santri juga tidak perlu meninggalkan pondok pesantren. Karena UT memberikan sistem pembelajaran jarak jauh melalui media internet ataupun media lainnya.

“Santri yang mengikuti pembelajaran UT tidak perlu keluar pondok pesantren. Karena pembelajaran UT bisa dilakukan lewat modul pembelajaran, internet ataupun media lainnya yang bisa dijangkau oleh para santri tanpa harus keluar dari pondok,” jelasnya.

Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus SS MA (tengah) berfoto bersama pimpinan Pondok Pesantren dan Prie GS seusai Gebyar Pesantren UT 2015 di Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ilmu As Syarie (MIS) Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kamis (22/10) malam. foto: ist/beritajateng.net
Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus SS MA (tengah) berfoto bersama pimpinan Pondok Pesantren dan Prie GS seusai Gebyar Pesantren UT 2015 di Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ilmu As Syarie (MIS) Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kamis (22/10) malam. foto: ist/beritajateng.net

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren MIS Sarang Imam Baehaqi didampingi Kepala UPBJJ-UT Semarang, Purwaningdyah Murti Wahyuni SH M.Hum mengaku kesempatan yang diberikan oleh UT itu merupakan peluang yang harus disambut oleh santri. Dia mengaku Pondok Pesantren MIS berencana untuk membuka pendaftaran UT bagi santri pada tahun 2016 mendatang.

“Sebenarnya tahun ini kami sudah berkeinginan untuk membuka UT. Namun pendaftaran sudah selesai bulan September kemarin. Tahun depan, Insya Allah kami sudah membuka UT,” terangnya.

Mundrikah, salah satu mahasiswi UT yang juga santri perempuan asal Lasem, mengaku tidak kesulitan untuk mengikuti program pembelajaran jarak jauh UT. Karena UT memberikan banyak kemudahan dalam sistem perkuliahannya.

“Kebetulan di Lasem sudah ada Kelompok Belajar (Pokjar) UT. Sehingga kami tidak perlu pergi jauh ke Semarang misalnya untuk mengikuti pembelajaran UT,” jelas dia yang memperoleh IPK 4 tersebut.

Dalam kesempatan itu, selain mendapat informasi mengenai UT, para santri mendapatkan training motivasi dari Prie GS. Pri mengatakan meski menempuh pendidikan di pondok pesantren, namun santri harus tetap memiliki motivasi untuk bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

“Temen-temen santri harus tetap semangat, karena pendidikan setinggi-tingginya harus diraih meski setiap harinya berada di pondok pesantren,” pesan Prie GS. (BJ)

Advertisements