Home Headline IDI: Sudah Puluhan Dokter di Semarang Positif Covid-19

IDI: Sudah Puluhan Dokter di Semarang Positif Covid-19

282
IDI: Sudah Puluhan Dokter di Semarang Positif Covid-19

Semarang, 26/7 (BeritaJateng.net) – Puluhan dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang yang bertugas menangani pasien Covid-19 terpapar virus tersebut. Dari puluhan dokter yang terpapar tersebut, empat orang dokter meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketua IDI Kota Semarang, dr. Elang Sumambar, menyatakan, tidak mengetahui secara pasti di mana para dokter tersebut terpapar Covid-19, karena muncul klaster-klaster baru seperti di ruang makan, kantor, dan lainnya. “Sudah ada empat dokter yang meninggal dunia. Semoga tidak ada lagi dokter yang meninggal karena Covid-19,” katanya di Semarang, Jumat.

Berdasarkan data, empat dokter yang meninggal dunia itu adalah dokter spesialis kedokteran jiwa di RSI Sultan Agung Semarang, dr. H Ahmadi, N.H., Sp.KJ. Dokter di Puskesmas Halmahera Kota Semarang, dr Elianna Widiastuti, dokter di Puskesmas Karanganyar Kota Semarang, dr Sang Aji Aneswara, dan dr M. Fahmi Arfai

Lebih lanjut, Elang menyatakan, sebanyak 3.600 dokter anggota IDI Kota Semarang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan.

Melalui webinar yang melibatkan para ahli telah memberikan edukasi tentang cara pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri (APD) yang benar agar tidak terpapar virus.

Para dokter juga senantiasa diingatkan untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan, di manapun berada, tidak hanya saat bertugas di rumah sakit, tapi juga di luar rumah. “Dokter yang tidak sempat mengikuti webiner bisa melihat rekamana diaplikasi IDI Kota Semarang sehingga bisa terhindar dari Covid-19,” ujar Elang.

Di samping itu, Elang berharap pemerintah melalui Dinas Keseharan mengadakan pemeriksaan swab berkala kepada para dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan. “Memang biaya pemeriksaan tinggi, tapi pemerintah bisa membantu secara sampling berkala agar bisa diketahui sejak dini sehinga bisa dilakukan pencegahan,” harapnya. (El)