Home Headline Hotel Grand EDGE Tegas Tak Akan Perpanjang Kontrak Zeus Karaoke

Hotel Grand EDGE Tegas Tak Akan Perpanjang Kontrak Zeus Karaoke

870
Kondisi di lokasi Zeus Karaoke pasca nyatakan telah ditutup, tak tampak adanya aktifitas di lokasi.

***Pemkot Semarang Awasi Operasional Zeus Pasca Nyatakan Tutup

SEMARANG, 17/1 (BeritaJateng.net) – Setelah dua kali dilayangkan surat teguran dari Pemerintah Kota Semarang terkait pelanggaran Perda dan ijin operasional yang telah habis. Zeus Karaoke akhirnya tutup dan tidak beroperasi sejak 14 Januari 2020 lalu.

Pengawasan intensif dilakukan beberapa OPD terkait di lingkungan Pemkot Semarang, seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bapenda serta Satpol PP Kota Semarang untuk memastikan Zeus Karaoke tidak beroperasi kembali secara diam-diam.

“Setelah Zeus tutup, untuk memastikan tidak buka secara diam-diam, kita instruksikan Satpol PP, Disbudpar dan Bapenda untuk melakukan monitoring setiap hari,” tandas Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin, Jumat (17/1).

Pantauan BeritaJateng.net Jumat (17/1) siang, Zeus Karaoke yang berlokasi di lantai 2 Hotel Grand EDGE jalan Sultan Agung Semarang tampak sepi dan tidak tampak aktifitas apapun. Bahkan papan nama Zeus di lantai 2 telah dicopot.

Menanggapi ditutupnya Zeus Karaoke, Rizky Agung Widodo, Marcom Kekancan Mukti selaku perusahaan pemilik hotel Grand EDGE mengatakan pihaknya mengambil tindakan tegas dengan tidak memperpanjang kontrak dengan Zeus Karaoke.

“Karena penutupan Zeus terkait dengan regulasi atau penindakan dari Pemkot Semarang serta terjadinya pelanggaran kegiatan prostitusi, maka kita akan melakukan penghentian kontrak,” ujar Rizky.

Rizky menjelaskan, secara klausul kontrak, Zeus telah melakukan berbagai pelanggaran yang berimbas terhadap hotel Grand EDGE.

“Kalau buka dengan nama baru tidak bisa. Karena dalam klausul kontrak, nama usaha, CV nya dan personal yang tanda tangan tidak bisa dipisahkan,” terangnya.

Lebih lanjut Rizky menegaskan, bahwa Zeus tidak bisa buka dengan nama baru dan CV atau PT baru, terkait dengan adanya pelanggaran berulang kali terhadap klausul kontrak dan peraturan perundang-undangan.

Kasat Pol PP Kota Semarang Fajar Purwoto juga menegaskan penegakkan Perda ada ditangan Satpol PP. Untuk itu pihaknya meminta kepada Disparbud untuk menerbitkan teguran ketiga untuk selanjutnya dilakukan penyegelan secara resmi.

“Meski Zeus Karaoke telah menutup sendiri, tapi penegakkan Perda harus tetap dilaksanakan dengan melakukan penyegelan. Untuk itu kami meminta Disbudpar untuk menerbitkan teguran ketiga,” tandas Fajar.

Lebih lanjut Fajar mengatakan, pihaknya akan menugaskan anggotanya untuk melakukan monitoring setiap hari di lokasi.

“Kami akan tugaskan anggota untuk melakukan pengawasan dan semalam sudah dimulai, Zeus sudah tutup sejak 14 Januari 2020,” tandasnya. (El)