Home Kesehatan Hingga Maret 2015, Kasus HIV AIDS di Jateng Mencapai 5.157

Hingga Maret 2015, Kasus HIV AIDS di Jateng Mencapai 5.157

516
Ilustrasi

Semarang, 1/12 (BeritaJateng.net) – Kasus HIV AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) masih terus ditemukan di sejumlah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh ini dapat menyerang siapa saja, apapun profesinya.

Berbagai profesi yang termasuk kelompok rentan ini tak terkecuali masyarakat transportasi. Dalam hal ini, para sopir.

Hal itu diutarakan oleh Rani Rataningdyah selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Tengah.

“Pekerjaan ini rentan tertular dan menularkan, kasus yang muncul istri terjangkit penyakit ini karena tertular suaminya,” ujarnya kepada BeritaJateng.net saat ditemui di kantornya, Selasa (1/12).

Menurutnya, penularan yang terjadi disebabkan karena hubungan intim. Untuk pekerjaan transportasi ini, Rani menyebut secara nasional menjadi tema khusus di tahun 2015, tak terkecuali untuk sosialisasi dan peringatan hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari ini, 1 Desember 2015.

“Tahun ini, leading sektornya di Dishubkominfo. Berbagai spanduk juga sudah dipasang di beberapa lokasi, termasuk pelabuhan. Intinya untuk mengajak perilaku sehat sebagai awal pencegahan HIV/AIDS,” terangnya.

Dijelaskan Rani, dalam hal ini pihaknya telah bekerjasama dengan dinas-dinas terkait. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan berbagai program.

“Tujuan agar para penderita ini tidak minder, lebih dihargai masyarkat, dan agar mereka (penderita AIDS) tidak didiskriminasi. Karena yang dihindari penyakitnya, bukan orangnya,” kata Rani.

Mengenai cara penularan AIDS, lanjut Rani, selama ini masyarakat masih belum memahami secara baik dan benar.

“Jadi penularan itu bisa terjadi lewat berhubungan intim, dan jarum suntik karena melalui darah. Makanya, sekarang penggunaan jarum suntik harus sekali pakai. Kalau sekedar jabat tangan tidak masalah,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Sub Bidang Pengelolaan Informasi dan Hubungan Lembaga Masyarakat (PIHLM) BP3AKB Provinsi Jawa Tengah, ditemukan kasus AIDS (berdasarkan jenis pekerjaan) di Jawa Tengah sebanyak 5.157 kasus, terhitung dari tahun 1993 hingga Maret 2015.

Lalu, untuk periode Januari hingga Maret 2015, terdapat 224 kasus AIDS yang ditemukan di Provinsi Jateng. Tercatat sebanyak 76 kasus diantaranya sebagai wiraswasta, buruh 29, ibu rumah tangga 44 dan karyawan 28 serta sopir ada 4 kasus.

“Data itu bersumber laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” tambah Kepala Subbid Pengelolaan Informasi BP3AKBP Jawa Tengah, Yuli Arsianto.(Bjt02)