Home News Update Hindari Kebocoran Ribuan Surat Suara Rusak Dibakar

Hindari Kebocoran Ribuan Surat Suara Rusak Dibakar

UNGARAN, 3/12 (BeritaJateng.net) – RAJA – Untuk menghindari kebocoran dan kecurangan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang membakar surat suara yang dinyatakan rusak. Pembakaran dilakukan bersama jajaran Polres Semarang, Kamis (3/12).

Pemusnahan surat suara rusak ini berdasarkan peraturan KPU Nomor 6 tahun 2015 tentang norma, standar, prosedur kebutuhan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan pemilu pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Walikota.

Dihadapan Wartawan, Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan, didampingi Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman, Ketua Panwas Kabupaten Semarang, Reinaldi mengatakan, surat suara rusak yang dimusnahkan sebanyak 2854 lembar, yang meliputi rusak akibat warna tidak jelas, foto pasangan salah satu calon tidak jelas serta surat suara yang terkena tumpahan tinta. Selain surat suara rusak, KPUD Kabupaten Semarang juga membakar 694 lembar sisa surat suara.

“Tujuannya agar surat suara tersebut tidak digunakan sebagaimana peruntukannya oleh pihak-pihak yang lain, apapun bentuknya tetap kami musnahkan. Pada prinsipnya logistik surat suara hanya ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan diluar itu tidak diperbolehkan. Mayoritas gambar Blur tidak fokus, sedangkan surat suara robek sangat sedikit sekali,” ucap Guntur Suhawan.

Terkait pergeseran logistik, pihak KPU Kabupaten Semarang rencananya besok Jumat (4/11) mulai melakukan pergeseran di Dapil 3 dan 4, serta kecamatan Bawen dan Tuntang. KPU Kabupaten Semarang juga telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengawalan saat pergeseran logistik dan pendistribusian surat suara nantinya.

“Jumat besok, pergeseran logistik akan kami lakukan dan sudah kami koordinasikan seluruhnya dengan pihak Polres Semarang,” kata Ketua KPU Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan, rusaknya surat suara dan kelebihan surat suara yang berada di KPU Kabupaten Seamarang, memang harus dimusnahkan dengan cara dibakar, selain itu juga sudah ada di dalam peraturan KPU Nomor 6 tahun 2015.

“Jangan sampai surat suara rusak tersebut dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi harus dimusnahkan biar tidak disalah gunakan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, kalau sudah dibakar, Insya Allahtidak ada lagi ada laporan terkait masih beredarnya surat suara yang rusak,” tegas AKBP Latif Usman. (WS-BJ)