Home Headline Hindari Bentrokan, Satpol PP Mediasi Warga Karangjangkang Hingga Terima Tali Asih Rp...

Hindari Bentrokan, Satpol PP Mediasi Warga Karangjangkang Hingga Terima Tali Asih Rp 40Juta

Satpol PP Kota Semarang Mediasi Warga Karangjangkang Hingga Terima Tali Asih Rp 40Juta

Semarang, 21/9 (BeritaJateng.net) – Para warga di kampung Karangjangkang blok atas, Ngemplak Simongan, Semarang Barat, Kota Semarang sepakat membongkar sendiri rumahnya. Hal ini terjadi setelah adanya tali asih yang diberikan pemilik lahan, Putut Sutopo melalui kuasa hukumnya, Rizal Thamrin.

Kesepakatan ini terjadi setelah adanya langkah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang yang menggelar mediasi antara pihak pemilik tanah dengan warga setempat, pada Senin (20/9/2021), di Mako Satpol PP. Satpol PP memilih mediasi sebagai langkah humanis dan menghindari bentrokan.

Mediasi dilakukan antara Kuasa Hukum Putut Sutopo, Rizal Thamrin dengan Perwakilan Warga Karanjangkang blok Atas, Triyono. Dalam kesempatan itu, Rizal secara simbolis memberikan tali asih untuk warga melalui Triyono.

Perwakilan warga, Triyono mengatakan beberapa hari sebelumnya para warga telah sepakat agar tak ada keributan terkait pembongkaran 34 rumah. Warga pun sepakat membongkar sendiri bangunannya dengan tujuan barang barang lain masih bisa digunakan saat pindahan rumah.

“Karena mereka menuakan saya, akhirnya mereka sepakat tak ada ribut ribut untuk pembongkaran rumah. Warga dan saya sepakat bongkar sendiri rumahnya dan terima tali asih masing masing 40 juta,” ujar Triyono.

Rp. 40 juta itu kata dia, untuk 34 orang pemilik masing masing bangunan rumah. Dirinya pun menegaskan akan segera menyalurkan tali asih ini.

“Setelah terima tali asih ini mereka akan pindah rumah sesuai rencana masing masing. Saya sendiri belum bisa mikir mau pindah mana,” katanya.

Sebelum terima tali asih ini, lanjutnya, pihaknya sudah bertemu dengan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto untuk meminta agar rumah tak dibongkar dengan alat berat. Hal itu dilakukan agar tak merusak barang barang yang masih bisa dipakai.

“Dan pak Fajar sendiri memberi tenggat waktu tiga minggu. Jika sampai tiga minggu warga belum bongkar, warga harus terima resiko, kan sudah ada kesepakatan dan perjanjian hitam diatas putih,” tandas dia.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan melalui mediasi pemberian tali asih ini, pihaknya ingin membuktikan bahwa Satpol PP bisa bersinergi secara baik dengan warga, dan bisa menghindari potensi bentrokan terkait penertiban rumah ilegal.

“Alhamdulilah kemarin kita bisa berkomunikasi dengan warga blok atas. Alhamdulilah bisa deal. Semua tali asih diberikan dan mereka minta waktu tiga minggu bongkar sendiri rumahnya,” kata Fajar

Meski memberi keleluasaan kepada warga untuk membongkar sendiri rumahnya, pihaknya akan selalu mendampingi dan mengawasi proses pembongkaran agar berjalan sebagaimana mestinya dan bisa selesai tepat waktu.

“Akan kita supervisi terus mulai besok. Jika butuh bantuan, akan kami bantu. Ini kan tali asih diberikan mulai tanggal 20 September, maka tanggal 11 atau 12 oktober, semua sudah harus rata,” tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan pembongkaran mandiri ini, dia berssyukur dan berharap tak ada masalah. Saat Triyono memberikan tali asih, kata Fajar, pihaknya akan menerjunkan anakbuahnya untuk mendampingi dan meminta warga menandatangani kesanggupan membongkar sendiri rumahnya.

Selain itu, Fajar juga akan menerjunkan beberapa anak buahnya untuk membantu membongkar rumah warga. “Kami akan bantu dengan maksimal. Apa kekurangan warga untuk bongkar, akan kami bantu. Butuh bantuan untuk bongkar? Kami bantu. Kami akan bertanggungjawab pembongkaran rumah bisa selesai,” pungkas dia

Kuasa Hukum Putut Sutopo, Rizal Thamrin mengatakan 34 warga pemilik rumah menerima tali asih dengan nominal yang sama. “Mereka masing masing terima 40 juta. Setelah ini, sudah clear,” jelas Rizal.

Penyelesaian dengan pemberian tali asih ini kata dia, diperlukan untuk menyelesaikan sengketa tanah Karangjangkang di Pengadilan yang sudah bergulir sejak 2011 lalu. (Ak/El)

Advertisements