Hina Jokowi dan Ketum PBNU, Pemilik FB Ummu Izzah Mujahidah Dilaporkan Polda Jateng

Surat laporan dilayangkan pada Kapolrestabes Pengaduan di Mapolrestabes Semarang terkait status dan komentar menghina Presiden RI dan PBNU di media sosial

Semarang, 7/8 (BeritaJateng.net) – Pemilik facebook Ummu Izzah Mujahidah (UIM) dilaporkan ke Polda Jawa Tengah lantaran diduga kerap melakukan penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj di media sosial.

“Sudah lama kita lihat dinding FB UIM berisi kata-kata yang provokatif dan fitnah,” tegas Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang Rahul Saiful Bahri saat melaporkan ke Polrestabes Semarang Jl Dr Sutomo IV Barusari Semarang Selatan, Jum’at malam (4/8/2017).

Tindakan mengunggah status medsos demikian dianggap sebagai tindakan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik tokoh nasional.

Dua hari kemarin nampak postingan yang jelas-jelas menghina Jokowi dan Ketum PBNU di atas gambar uang kertas lima ribu dan foto Jokowi bersama Kyai Said. “Ada kalimat ‘JENGGOT GAMIS SORBAN GOBLOK’ di atas foto Kyai Said,” katanya.

Tulisan dengan pola dialog Kyai Said dengan Jokowi juga terlihat jelas. “Pak Jokowi tolong diganti yang pakai peci seperti saya,” lanjutnya sambil menunjukkan teks itu.

Kemudian di atas foto Jokowi tertulis “bisa diatur Yai yang penting dukung saya”. Di akhir foto tertulis lata “akhirnya keluar uang baru” dengan gambar uang kertas dengan foto Dr KH Idham Cholid mantan Ketum PBNU.

Surat laporan dilayangkan pada Kapolrestabes Pengaduan di Mapolrestabes Semarang terkait status dan komentar menghina Presiden RI dan PBNU di media sosial
Surat laporan dilayangkan pada Kapolrestabes
Pengaduan di Mapolrestabes Semarang terkait status dan komentar menghina Presiden RI dan PBNU di media sosial

“Itu nampak jelas bahwa UIM merendahkan simbol negara dan melecehkan Kyai yang jadi panutan nahdliyyin se-Indonesia,” tegas Rahul. Sayangnya mulai hari Kamis malam (3/8/2017) FB UIM sudah tidak aktif lagi.

Di hadapan petugas piket Polrestabes Semarang dijelaskan bahwa UIM hanya nama samaran dari seorang wanita yang tinggal di Perumahan Permata Hijau Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Nama pemiliki FB sudah kita serahkan polisi.

“Terima kasih atas pengaduan ini, karena ini wilayah cyber maka kami sarankan langsung ke Polda Jateng agar lebih cepat ditangani,” kata anggota polisi.

Dengan didampingi Tuts Pitoyo, anggota Intel Polrestabes Semarang mengadu ke Polda Jateng Jl Pahlawan No 1 Kota Semarang.

Di Polda Jateng, pelapor diterima petugas piket SPKT. Komandan Banser Kota Semarang Suharmanto menyampaikan kronologi dugaan penghinaan Presiden dan Ketum PBNU kepada petugas piket.

“Pemilik FB UIM ini meresahkan dan kami merasa tersinggung karena dia menghina simbol negara dan Kyai, maka kami adukan ke Polda sesuai arahan Polrestabes,” tegasnya.

Karena ini ranah IT, maka unit cyber crime Ditreskrimsus Polda Jateng turut mendampingi pengaduan ini. “Pengaduan ini kami terima dengan baik dan pelapor diminta melengkapi form laporan dan bukti screenshot,” tegas anggota Polda.

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN