Home Headline Hengky Kwilarang Mendekam di Sel Tahanan Polisi

Hengky Kwilarang Mendekam di Sel Tahanan Polisi

Jeng Ana yang menjadi korban penggelapan designer kondang Hengky Kawilarang.

Jeng Ana yang menjadi korban penggelapan designer kondang Hengky Kawilarang.

Jakarta, 6/4 (beritajateng.net) – Sejak 1 April 2015 lalu, disainer kondang, Hengky Kawilarang resmi mendekam di tahanan Polda Metro Jaya. Hengky diduga melakukan penggelapan uang arisan sebesar Rp. 1,5 Miliar.

Adalah Ina Soviana alias Jeng Ana lah wanita yang menjadi korban sekaligus yang melaporkan Hengky ke polisi. Menurut Jeng Ana, arisan tersebut diikuti oleh 16 orang. 

Setiap bulannya, setiap orang wajib menyetor Rp. 50 juta. Setiap orang diperkirakan akan mendapat Rp. 800 juta. Jeng Ana sendiri medaftarkan 2 nama untuk arisan tersebut.

“Saya pikirnya positif. Saya setor sebulan, dua bulan, mas Hengky tidak ada komunikasi dengan saya. Dia nggak kasih tahu saya, siapa aja yang ikut arisan. Saya pikirannya nabung saja. Dia bilang, Jeng dapatnya terakhir saja ya,” jelas Jeng Ana ketika ditemui tempat praktiknya.

Jeng Ana sama sekali tak mengetahui siapa saja peserta arisan. Yang jelas, saat tiba saatnya ia mendapatkan haknya, tiba-tiba saja Hengky mangkir.

“Saya buat perjanjian hitam di atas putih pakai materai sampai akhir Juni, tapi belum dikembalikan sama dia. Saya selalu dikasih janji. Katanya ada 16 peserta. Itu yang saya tidak berpikir, saya tidak pernah diajak ngumpul-ngumpul,” papar Jeng Ana.

Kini Hengky telah resmi ditahan. Jeng Ana pun masih berharap agar Hengky dapat mengembalikan uangnya.

“Ini sudah ada jalan dan hukumnya. Setelah ada penahanan ini, mas Hengky bisa terbuka mengembalikan uang saya supaya jalurnya tidak semakin tinggi,” harap Jeng Ana.

Lantas, apakah Jeng Ana masih membuka pintu damai dengan Hengky? “Tinggal menunggu waktu saja. Saya diundang silaturahmi, hanya silaturahmi aja. Tidak ada kaitannya bicarakan kasus mas Hengky,” ujar Jeng Ana. (BJ25)

Advertisements