Home Kesehatan Hendi Prihatin Banyak Anak Mabuk Rebusan Pembalut, Minta Orangtua Beri Perhatian Lebih

Hendi Prihatin Banyak Anak Mabuk Rebusan Pembalut, Minta Orangtua Beri Perhatian Lebih

975
0
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi.

SEMARANG, 14/11 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sangat prihatin dengan fenomena dan kejadian yang sekarang muncul dan diungkap oleh Badan Nasinal Narkotika Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) jika banyak anak muda usia 13-16 tahun menggunakan rebusan pembalut untuk mabuk.

Fenomena penggunaan air rebusan pembalut ini terjadi di beberapa wilayah di Jateng seperti; Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, hingga di Kota Semarang bagian Timur. Hendi meminta kepada semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, melainkan secara bersama-sama untuk mengawasi dan memantau pola hidup dan perkembangan anak-anak.

“Kami mendengar ada pola dipakai anak-anak muda sekarang dipakai dengan merebus pembalut, saya rasa ini sesuatu hal yang memperihatinkan. Jangan hanya yang disalahkan pemerintahnya, jangan disalahkan anaknya tapi mari kita kemudian bareng-bareng mengawasi pendidikan anak kita dengan benar,” ungkap pria yang akrab disapa Hendi di Balaikota Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Hendi meminta kepada orangtua, khususnya disela-sela kesibukan untuk terus mengawasi pola, tingkah laku dan gaya hidup anak-anak. Pasalnya, persoalan narkoba sudah merambah ke beberapa lapisan anak-anak mulai dari pelajar tingkat SLTA hingga SD, bahkan TK.

“Yang harus dilakukan adalah bagaimana orang tua mengawasi anak-anaknya, setiap hari apa yang sedang dilakukan. Kemudian, fisiknya seperti apa diperhatikan, ini yang namanya orangtua perhatian sama anak-anak. Jangan sampai meski orangtua sibuk dia lalai, jangan dianggap anaknya baik karena hari ini situasi di sekitar anak-anak kita sangat luar biasa. Narkoba ini sudah merangsek masuk tidak hanya di wilayah dewasa tapi anak-anak SMA, SMP bahkan anak-anak SD. Makanya perlu perhatian serius,” ujarnya.

Hendi mengungkapkan, seiring dengan perkembangan teknologi, terutama sosial media yang pesat, maka diharapkan percepatan informasi terutama informasi negatif dan berpengaruh buruk terhadap anak, harus diantisipasi oleh semua orangtua secara sigap dan cepat pula.

“Pola pendidikan anak-anak jaman sekarang dengan yang dulu pasti beda. Hari ini teknologi informasi sudah sangat luar biasa, nggak ada sekat. Kita bisa lihat kehidupan di dunia sana, diluar Indonesia dalam lingkungan detik. Jika itu tidak ada pengawasan dari orang tua, mereka bisa mencontoh hal-hal yang buruk. Yang mestinya dicontoh hal-hal yang baik malah hal yang buruk dicontoh,” beber Hendi.

Untuk itu, Hendi menambahkan, selain memerintahkan kepada seluruh steakholder atau jajaran Pemkot Semarang untuk memantau persoalan narkoba, mulai dari Lurah sampai Camat. Termasuk membuka kanal pelaporan ‘Lapor Hendi’, jika ada masalah narkoba bisa dilaporkan di kanal tersebut dan dijamin akan ditindaklanjuti kepada pihak berwajib.

“Pasti, jadi kami membuka kanal seperti Lapor Hendi bisa dipakai kalau memang melihat ada hal-hal yang tidak beres dilingkunganya. Jadi, kalau ada kelompok anak muda yang kemudian mabuk-mabukan, punya potensi mereka mabuk-mabukan, laporkan saja. Kami akan meneruskan pada pihak-pihak berwajib dalam hal ini kepolisian,” pungkas Hendi. (El)