Home Lintas Jateng Hendi: Lima Hari Sekolah Tergantung Masing-masing Sekolah

Hendi: Lima Hari Sekolah Tergantung Masing-masing Sekolah

87
0
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi SMAN 3 Semarang untuk memberi support dan motivasi pada siswa, guru dan pimpinan sekolah.

Semarang, 25/7 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan rencana penerapan lima hari sekolah sangat bergantung kesiapan masing-masing sekolah untuk menerapkan program tersebut.

“Sudahlah, ini (rencana lima hari sekolah, red.) kenapa didiskusikan terus,” katanya saat dimintai tanggapan mengenai rencana penerapan program lima hari sekolah.

Peraturan Mendikbud Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah mengenai program lima hari sekolah sudah diterbitkan, tetapi kemudian dibatalkan karena mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

Rencananya, Permendikbud itu akan ditata ulang dan ditingkatkan menjadi peraturan presiden serta tetap berlaku sampai perpres yang membatalkan Permendikbud resmi diterbitkan.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, kembali menegaskan apabila program lima hari sekolah memang sudah menjadi keputusan pemerintah pusat maka Pemerintah Kota Semarang siap melaksanakan.

“Akan tetapi, semisalnya di sebuah wilayah, suatu sekolah belum mampu (melaksanakan), ya, tidak ada masalah. Tidak akan kami paksa,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu akan menyerahkan kepada masing-masing sekolah bagi yang sudah merasa siap untuk melaksanakan dan akan diberikan “support”, sementara yang belum siap tidak masalah.

“Kami serahkan sekolah-sekolah yang merasa siap, ya, laksanakan. Kami akan `support`. Ya, begitu saja. Supaya tidak jadi polemik yang berkepanjangan,” kata Hendi.

Meski penerapannya masih menunggu perpres yang sedang disiapkan, polemik penerapan lima hari sekolah terus terjadi, antara lain, munculnya banyak aksi demonstrasi, baik yang pro maupun kontra.

Termasuk di Semarang, sebagaimana berlangsung pada Jumat (21/7) lalu, ribuan santri dan massa dari berbagai elemen berdemo di Jalan Pahlawan Semarang menolak penerapan lima hari sekolah. (El)