Home Headline Hendi: Kibarkan Semangat Nasionalisme Religi dengan Kirab Kebangsaan

Hendi: Kibarkan Semangat Nasionalisme Religi dengan Kirab Kebangsaan

981
Prosesi Bendera Merah Putih Dalam Kirab Kebangsaan.

SEMARANG, 24/1 (BeritaJateng.net) – Ribuan masyarakat yang terdiri segala lapisan masyarakat mengikuti kirab kebangsaan merah putih yang digelar untuk memperingati Haul Habib Hasan dan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya, Jumat (24/1/2020) pagi ini.

Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat telah memadati sepanjang Jalan Depok sebagai titik dimulainya kirab.

Kirab tersebut akan melewati ruas Jalan MH Thamrin, Jalan Pandanaran hingga selesai di kawasan Simpanglima.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Habib Lutfi serta Forkompimda Semarang bersama membuka jalannya kirab di Jalan Depok sekira pukul 07.30 WIB.

“Kirab budaya ini adalah semangatnya Habib Luthfi, untuk mengajak seluruh masyarakat kota Semarang meningkatkan Nasionalisme Religi,” ujar Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Menurutnya, Habib Lutfi yang merupakan salah satu tokoh ulama besar di Indonesia ini, memiliki garis keturunan yang dimakamkan di Semarang yakni Habib Hasan dan Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya.

“Habib Lutfi mengajak kita mengadakan long march merah putih yang dikawal semua kelompok masyarakat seperti dari Ansor, ada kelompok tionghoa, ada komunitas agama yang lain. Kemudian di Simpanglima akan diterima oleh pak Gubernur dan lain sebagainya,” katanya.

Pesannya, lanjut Hendi, cukup sederhana yakni Habib Lutfi ingin mengangkat kota Semarang lewat sektor pariwisatanya, yaitu pariwisata religi.

“Selain makam leluhurnya Habib Lutfi, Semarang punya banyak jalur religi yang saat ini banyak didatangi orang. Ada kyai Soleh Darat, Sunan Ageng Pandanaran, ada Sunan Terboyo dan beberapa tempat religi lainnya. Ini yang mau diangkat Habib Lutfi. Sekaligus juga menunjukkan bahwa Semarang dari dulu, tokoh tokoh perjuangannya adalah tokoh nasionalis religius,” jelas Hendi.

Menurutnya, hal ini harus dimaknai bahwa masyarakat Semarang tidak perlu membedakan kelompok satu dengan kelompok lainnya. “Dari dulu kita sudah kompak, dan ini harus diteruskan untuk persatuan kesatuan bangsa khususnya di Kota Semarang,” imbuhnya. (El)