Home Lintas Jateng Hendi: Kendala Server Eror UNBK Tidak Rugikan Siswa

Hendi: Kendala Server Eror UNBK Tidak Rugikan Siswa

3671
0
Hendi Ajak Siswa Berdoa Sebelum Ujian Nasional Hari Pertama

Semarang, 23/4 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan kendala yang sempat terjadi pada pelaksanaan hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP dan sederajat tidak akan merugikan siswa.

“Ada sedikit gangguan karena komputer ada yang sempat `offline`. Tetapi, infonya ini tidak hanya terjadi di Kota Semarang, dan bisa diatasi,” katanya, saat meninjau UNBK di SMP Negeri 15 Semarang, Senin.

Setidaknya ada empat sekolah yang ditinjau Wali Kota Semarang, yakni SMP Negeri 15, SMP Negeri 4, SMP Kesatrian 1 Kota Semarang, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kota Semarang.

Dari laporan yang diterimanya, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menjelaskan gangguan terjadi pada perangkat komputer yang sempat “offline” sehingga waktu pelaksanaan ujian menjadi mundur.

Namun, politikus PDI Perjuangan itu memastikan gangguan yang diakibatkan sempat “offline”-nya sejumlah perangkat komputer itu tidak akan merugikan siswa atau mengurai waktu siswa mengerjakan ujian.

“Sudah diteliti. Walaupun komputernya sempat `offline`, tidak mengurangi waktu pengerjaan siswa yang bersangkutan. Kondisi `offline`, waktunya automatis juga berhenti. Sekali lagi, ini bukan hanya terjadi di Semarang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara UN Kota Semarang Sutarto menjelaskan kendala yang sempat dialami sejumlah SMP pada sesi pertama UNBK tersebut sudah diatasi dan sekarang sudah berjalan lancar.

Dari sembilan subrayon yang terbagi untuk pelaksanaan UNBK SMP di Kota Semarang, kata dia, laporan kendala tersebut hampir merata di seluruh subrayon, tetapi tidak bersifat satu sekolah secara menyeluruh.

“Jadi, tidak menyeluruh. Misalnya, setiap sekolah kan memakai tiga laboratorium komputer. Server di laboratorium satu dan dua lancar, tidak ada masalah. Di laboratorium ketiga agak molor,” katanya.

Estimasi terlambatnya siswa mengerjakan ujian, kata dia, bervariasi, antara 5-15 menit, dan paling lama ada yang sampai 30 menit, tetapi keterlambatan itu tidak dihitung waktu siswa mengerjakan ujian.

“Tadi, ada yang sempat terlambat lima menit, 10 menit, 15 menit. Paling lama 30 menit. Tetapi, kan tidak mengurangi waktu siswa mengerjakan. Kami pastikan kendala ini tidak sampai merugikan siswa,” katanya. (El)