Home News Update Hendi-Ita Siap Tata dan Benahi Pasar Tradisional

Hendi-Ita Siap Tata dan Benahi Pasar Tradisional

Semarang, 27/10 (BeritaJateng.net) – Pasar tradisional yang bersih, rapi, dan tidak kumuh merupakan kunci kenyamanan berbelanja. Hal tersebut menjadi komitmen pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2, Hendrar Prihadi alias Hendi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu jika terpilih memimpin kembali kota Semarang.

Hal ini disampaikan Ita sapaan akrab Hevearita saat berkunjung ke Pasar Jatisari, Mijen beberapa waktu yang lalu.

Ita mengatakan Pasar Jatisari juga dapat menjadi contoh sebuah pasar yang bersih dan tertata rapi. “Meski bangunannya sederhana, tapi Pasar Jatisari tertata rapi dan bersih. Sehingga para penjual nyaman berjualan dan para pembeli nyaman berbelanja,” ujar wanita dengan ciri khas kemeja putih dan kerudung merah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ita menyapa dan berbincang dengan beberapa pedagang dan pembeli. Hampir seluruh pedagang dan pembeli sudah cukup mengenal Ita. Tak ketinggalan, Ita juga menyampaikan komitmen pasangan Hebat untuk melanjutkan pembenahan pasar-pasar tradisional di Semarang.

Ita mencontohkan salah satu kunci kebersihan Pasar Jatisari adalah peran aktif dari para pedagang membersihkan lapak masing-masing.

Menurutnya jenis barang yang dijual di pasar tersebut juga cukup lengkap. Ada pedagang buah, sayur, daging, pakaian, bahkan pedagang buku-buku pelajaran. “Selain itu pasar tradisional akan ideal dengan dilengkapi mushola dan toilet. Tempat parkirnya juga harus luas,” katanya.

Seperti diketahui pada masa pemerintahan Hendrar Prihadi (calon walikota petahana yang berpasangan dengan Hevearita) tercatat pemerintah Kota Semarang telah merevitalisai 10 pasar tradisional di Semarang.

Pasar tersebut antara lain, RPU Penggaron, Pasar Jrakah, Rasamala, Surtikanti, Genuk, Rejomulyo. Klitikan, Sampangan, Bulu, dan Peterongan. Pembangunan tersebut dilakukan melalui sumber dana murni dari APBD Kota Semarang.

Ketua Pasar Jatisari, Dewi Venus menjelaskan pasar Jatisari menggunakan lapak dari baja ringan dan galvalum. Cara tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran. Agar pasar selalu bersih, ada petugas kebersihan sendiri yang bertugas. (bj)