Home News Update Hendi-Ita Janji Angkat Kebudayaan Lokal di Semarang

Hendi-Ita Janji Angkat Kebudayaan Lokal di Semarang

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti (Hendi-Ita) saat menggelar Wayangan Nguri-uri kebudayaan Jawa, Jumat (21/8) malam.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti (Hendi-Ita) saat menggelar Wayangan Nguri-uri kebudayaan Jawa, Jumat (21/8) malam.
Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti (Hendi-Ita) saat menggelar Wayangan Nguri-uri kebudayaan Jawa, Jumat (21/8) malam.

Semarang, 22/8 (BeritaJateng.net) – Pasangan bakal calon Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) bakal lebih mengembangkan kegiatan-kegiatan kesenian lokal, seperti pertunjukan wayang kulit.

“Selama ini, pertunjukan wayang kulit kan dimainkan di 16 kecamatan secara bergiliran,” katanya di sela menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Gatotkaca Wisudo” di Semarang, Jumat (21/8) malam.

Pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Joko Gatotkoco itu digelar di dekat kediaman Hendi yang juga mantan Wali Kota Semarang untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hendi-Ita dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) itu diusung oleh koalisi tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2015.

Hendi mengaku menggelar pertunjukan wayang kulit untuk mengajak warga sekitar memeringati kemerdekaan dengan menonton kesenian lokal warisan luhur bangsa tersebut yang sarat makna dan filosofi tersebut.

“Wayang ini kan sebuah hiburan yang tanpa diskriminasi. Siapa pun bisa menonton wayangan, mulai orang sepuh, paruh baya, dan anak-anak muda. Banyak nilai yang bisa didapatkan dari wayang ini,” katanya.

Ia mengatakan wayang juga menjadi media dalam menyampaikan nilai, ilmu, dan teladan yang bisa dijadikan sebagai panutan sehari-hari, terutama anak-anak muda di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi.

Menurut dia, generasi muda semestinya memang harus diakrabkan dengan kesenian-kesenian lokal, seperti wayang kulit dan wayang orang sebagai warisan budaya luhur yang harus terus dilestarikan.

“Semarang ini kan punya banyak budaya dan kesenian lokal, seperti Apitan, Sesaji Rewanda, dan sebagainya. Makanya, potensi keanekaragaman budaya ini harus ditonjolkan dan ditumbuh-kembangkan,” katanya.

Hendi mengatakan sudah merencanakan program pengembangan kesenian lokal Semarang dalam lima tahun ke depan, salah satunya mengintensifkan pertunjukan wayang kulit yang selama ini sudah berjalan.

“Kalau sekarang sudah di 16 kecamatan, nanti kami dorong wayangan ini bisa digelar di setiap kelurahan. Demikian pula dengan budaya-budaya lokal Semarang, seperti Sesaji Rewanda dan Apitan,” kata Hendi. (Bj)