Home News Update Hendi-Ita Apresiasi Hari Santri Nasional

Hendi-Ita Apresiasi Hari Santri Nasional

452
0

IMG_7966

Semarang, 21/10 (BeritaJateng.net) – Presiden Joko Widodo telah resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, keputusan itu dituangkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015 (15/10). Untuk itu pasangan calon walikota dan wakil walikota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi, SE., MM alias Hendi dan Ir. Hevearita Gunaryanti Rahayu memberi apresiasi atas ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai ‘Hari Santri Nasional’.

Hal tersebut disampaikan Ita (panggilan akrab Hevearita saat mengikuti pengajian Yasin dan Tahlil, di Jomblang Perbalan, Candisari, Semarang (19/10).

Ita mengatakan kegiatan-kegiatan seperti pembacaan Yasin dan Tahlil atau ziarah harus terus diadakan untuk melestarikan tradisi Islam nusantara.

“Selain itu saya dan Mas Hendi juga mengapresiasi langkah Bapak Presiden yang dalam hal ini telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” jelas Ita.

“Adapun perbedaan perspektif atas penetapan HSN (Hari Santri Nasional) harus kita sikapi secara bijak, sesuai dengan semangat kami (Hendi – Ita) untuk menjaga pluralisme di Kota Semarang khusunya,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Calon walikota Semarang petahana, Hendi (Hendrar Prihadi) ketika ditemui di kediamannya saat mengadakan pengajian (21/10) menyatakan sejarah pada tanggal 22 Oktober 1945, para ulama berkumpul untuk merumuskan gerakan resolusi Jihad untuk melawan penjajah. “Karena itu melalui Hari Santri Nasional, mari kita memperkokoh sendi-sendi kebangsaan dan nasionalisme kita bersama,” tegasnya.

Seperti diketahui, berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan menyambut Hari Santri Nasional. Puncak deklarasi Hari Santri Nasional sendiri berlangsung pada 22 Oktober yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Masjid Istiqlal dipilih sebagai lokasi peringatan lantaran merupakan ikon umat Islam Indonesia.  (bj)