Home Headline Hendi : Incumbent Tak Selalu Diuntungkan

Hendi : Incumbent Tak Selalu Diuntungkan

278
0
Walikota Semaran Hendrar Prihadi.Foto/Ist

S

Walikota Semaran Hendrar Prihadi.Foto/Ist
Walikota Semaran Hendrar Prihadi.Foto/Ist

emarang, 15/1 (Beritajateng.net)  – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpendapat “incumbent” atau petahana tak selalu diuntungkan dalam peluangnya maju kembali pada pemilihan kepala daerah.

“Peluang itu ada jika ‘incumbent’ melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat merasakan manfaat positif dari pembangunan yang sudah dilakukan,” katanya di Semarang, Kamis.

Hal itu diungkapkan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi yang juga Wali Kota Semarang itu sebelum bertolak ke Tanah Suci untuk menunaikan umrah selama empat hari ke depan hingga Senin (19/1) mendatang.

Namun, kata Hendi, apabila incumbent tidak melakukan apa-apa untuk membuat warganya lebih nyaman tinggal di kotanya, tentu peluangnya kecil untuk dipilih kembali.

“Kalau tidak pernah ketemu sama orang, tidak kenal sama orang, selalu duduk manis di kantor, ditemui susah, dan programnya juga tidak jalan, ya tidak ada peluang buat incumbent terpilih kembali,” katanya.

Berkaitan dengan adanya incumbent yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingannya maju kembali, Hendi mengatakan incumbent yang melakukan tindakan semacam itu melanggar aturan.

Menurut dia, sepanjang fasilitas negara itu digunakan dalam kaitan secara langsung atas tugas kerjanya sebagai kepala daerah tidak masalah, tetapi jika di luar kepentingan tersebut jelas melanggar.

“Misalnya, sudah tidak aktif tetapi masih memakai ajudan, masih memakai kendaraan dinas, menggunakan jaringan pegawai negeri sipil (PNS) untuk memenangkannya, ya, jelas melanggar aturan,” tegasnya.

Aturan kepartaian di PDI Perjuangan, kata Hendi, tegas melarang pemakaian fasilitas negara, seperti mobil dinas untuk kepentingan di luar tugas kerjanya sebagai kepala daerah, misalnya acara partai.

Geliat politik menghadapi pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota 2015 sudah mulai nampak, salah satunya mulai dibukanya penjaringan kandidat oleh parpol, diawali oleh PDI Perjuangan.

Bahkan, sudah ada delapan kandidat yang menyatakan kesiapannya mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon dari PDI Perjuangan yang baru ditutup pada 21 Januari 2015 itu.(ant/bj02)