Home Lintas Jateng Hendi Harap Pembangunan Semarang Berlanjut Pasca Covid-19

Hendi Harap Pembangunan Semarang Berlanjut Pasca Covid-19

251
Hendi Harap Pembangunan Semarang Berlanjut Pasca Covid-19

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global menuntut Pemerintah untuk realistis, bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan seperti tahun sebelumnya, termasuk juga Pemerintah Kota Semarang. Karenanya selain anggaran terfokus pada penanganan Covid-19, menurunnya pendapatan daerah juga menjadi salah satu faktornya.

Meski pendapatan daerah Kota Semarang di tahun 2020 menurun drastis dibanding tahun 2019, partisipasi masyarakat yang tinggi dalam mendukung pembangunan melalui pembayar PBB memunculkan ekspektasi baru.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bahkan menuturkan jika jumlah pembayaran PBB di Kota Semarang hingga saat ini, hampir menyampi tahun sebelumnya.

“Dengan kondisi seperti ini saya merasa di bulan April, Mei dan Juni masyarakat ada keengganan di masyarakat untuk membayar PBB, tapi setelah kita cek ternyata jumlahnya hampir menyamai seperti tahun lalu. Ini Saya rasa menjadi kabar yang baik,” ujar Wali kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut, di sela – sela kegiatannya menerima bantuan masyarakat di kantornya, Senin (18/5).

Harapan mulai terbangun, Hendi meyakini ada beberapa upaya pembangunan yang bisa disusulkan pada anggaran perubahan, seiring rampungnya masa pandemik ini.

Dirinya pun mengungkapkan Pemerintah Kota Semarang mulai merancang sejumlah program dan kegiatan sebagai daya ungkit perekonomian, yang fokus pada UMKM.

“Tapi pasti prosesnya tidak singkat. Apalagi meskipun grafik penderita COVID-19 di Kota Semarang semakin melandai, namun jumlahnya masih banyak. Maka yang diharapkan saaat ini adanya kesadaran masyarakat untuk menjalankan aktifitas dengan New Normal, yaitu tetap disiplin menjaga jarak, menggunakan masker, dan cuci tangan dengan sabun,” tekannya.

Di sisi lain, terkait lebaran atau hari raya Idul Fitri, Hendi menuturkan jika Pemerintah Kota Semarang akan merujuk pada instruksi resmi di bidang keagamaan, fatwa ulama, atau kementrian agama.

“Yang penting semuanya sepakat, sepaham, dan bersatu untuk bersama-sama saling mengingatkan agar semuanya sehat. Sedangkan untuk larangan mudik masih sama, apalagi yang memiliki mobil plat merah. Diupayakan jangan sampai mobil dengan plat H ada di Solo, Rembang, Pekalongan, Tegal, bahkan Jakarta di situasi seperti saat ini,” tambah Hendi. (El)