Home News Update Hendi: Efek Event Marathon Berdampak Luar Biasa Bagi Pariwisata

Hendi: Efek Event Marathon Berdampak Luar Biasa Bagi Pariwisata

741
Penyerahan medali pada pemenang Semarang 10K

Semarang, 15/12 (BeritaJateng.net) – Semarang 10K berhasil menyedot perhatian sejumlah pihak. Ribuan runners mengikuti ajang olahraga yang diselenggarakan Harian Kompas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Minggu (15/12/2019).

Bahkan atlet yang telah menyumbangkan emas bagi Indonesia dalam Sea Games 2019, Agus Prayogo dan sejumlah atlet elit nasional lain serta runners dari beberapa negara turut turun dalam race Semarang 10K.

“Ada beberapa negara yang berpartisipasi seperti Kenya, Ethiopia, Australia, dan negara-negara Asean. Dari data statistik Kompas, 70 persen pelari dari luar Semarang. Tentu ini memberikan dampak yang luar biasa,” tutur Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat Press Conference Semang 10K, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, melalui event ini Kota Semarang lebih dikenal. Sektor pariwisata meningkat seiring dengan bertambahnya kunjungan wisata ke Kota Semarang.

Di sisi lain, adanya event ini perputaran uang di Kota Semarang semakin besar sehingga memberikan dampak ekonomi.

Melihat kesuksesan dan antusiasme masyarakat terhadap ajang olahraga lari Semarang 10 K di tahun ke dua ini, Harian Kompas dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana menggelar half marathon pada tahun depan.

“Ke depan kami masih fokus ke pariwisata, jadi event seperti ini harus dilakukan. Kami akan melakukan kajian untuk half marathon. Kami butuh waktu sekitar dua bulan untuk berdiskusi dengan Kompas terkait hal ini,” papar Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Ia menyebut, Semarang 10K di tahun kedua ini semakin baik. Rute lari dari titik start hingga finish lebih steril. Hal itu pun akan dipikirkan saat nanti gelaran half marathon, termasuk titik start dan finish.

“Ada kemungkinan tahun depan peserta meningkat. Start dan finish dimana perlu kami pikirkan begitu pula rute. Semarang masih cukup banyak wilayah datar. Potensi masih ada. Kalau halft marathon 21 km, kami bisa tarik ke selatan, ke wilayah Pedurungan, arteri, kembali ke Kota Lama,” jelasnya.

Sementara, Penyelenggara Acara, Budiman Tanuredjo memaparkan, Semarang 10K yang menjadi race terakhir di 2019 mampu menyedot atlet elit nasional turut turun. Artinya, Semarang memiliki daya tarik tersendiri.

Ia memastikan, Kota Semarang terutama Kota Lama akan viral di media sosial melalui ajang ini.

“Hal itu pun menjadi challenge, bagaiamana event selanjutnya di 2020,” ujarnya.

Dikatakan, pada 2020 nanti, ia akan tetap membatasi peserta.

Pihaknya tidak ingin unggul dari sisi peserta yang membludak, melainkan ingin mengutamakan kenyamanan bagi para peserta.

“Kami tidak ingin besar dari sisi peserta tapi kami memberikan kenyamanan. Lalu lintas steril, itulah yang menjadi dambaan pelari,” katanya.

Menurutnya, pada ajang half marathon tahun mendatang, hal penting yang harus dipikirkan adalah sterilisasi lalu lintas.

“Kalau 10K butuh waktu sekitar 2,5 jam, sedangkan half mararhon sekitar 4 jam. Ini challenge bagaimana kami bisa sterilisasi lalu lintas selama 4 jam,” tambahnya.  (El)