Home News Update Hendi : Baiknya Walikota Nanti Orang Semarang Asli dan Paham Regulasi

Hendi : Baiknya Walikota Nanti Orang Semarang Asli dan Paham Regulasi

743

Semarang, 11/8 (BeritaJateng.net) – Bakal calon Walikota Semarang dari PDI Perjuangan Hendrar Prihadi menyatakan pasrah dan mengembalikan penilaian dan persepsi masyarakat terkait penilaian kriteria dan sosok pemimpin yang ideal.

“Saya lebih memilih mengembalikannya pada persepsi masyarakat saja. Dulu katanya pak SBY dipilih karena ganteng, lalu pak Jokowi dipilih katanya karena merakyat, semua sah-sah saja,” tukas Hendi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang ini.

Hal ini disampaikan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi saat menghadiri acara diskusi yang digelar di Quest Hotel dengan tema Mencari Pemimpin yang Pas Untuk Kota Semarang.

Menanggapi statemen Hendi tersebut, budayawan Budi Maryono menimpali bahwa yang pasti masyarakat harus merasakan kehadiran walikotanya.

“Tapi kalau kriterianya harus ganteng, ya mas Hendi yang terpilih,” tambahnya setengah bercanda yang kemudian diringin riuh tawa audiens yang ikutn hadir dalam diskusi tersebut.

Hendi menambahkan jika pembangunan kota metropolitan Semarang nantinya tidak harus identik dengan gedung pencakar langit. Meski berpenduduk lebih dari satu juta jiwa, pembangunan tidak boleh melupakan sejarah.

Dan karena Semarang bukan cuma milik walikota dan wakilnya, dirinya mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama agar setiap masyarakat dapat menyampaikan ide dan berpartisipasi, sehingga timbul rasa bangga dan memiliki.

Di kesempatan itu Hendi juga menyinggung bahwa ada baiknya Walikota nanti adalah orang Semarang asli dan paham regulasi, sehingga tidak main tabrak regulasi mengakibatkan terkena kasus hukum atau berpotensi terkena kasus hukum.

“Misalnya untuk mempercepat birokrasi, kami membuat perijinan satu pintu namanya BPPT (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu), tetapi kenyataanya regulasi pemerintah pusat masih mengharuskan ada yang harus diurus di masing-masing dinas, maka tentu saja ini butuh komunikasi dengan pemerintah pusat seperti halnya pembangunan Bandara Ahmad Yani dan Jalan tol Semarang-Solo yang akan rampung 2017 mendatang,” imbuhnya. (Bj05)

Advertisements