Home Lintas Jateng Hendi Akomodir Keinginan Pedagang Berjualan di Jalan Agus Salim

Hendi Akomodir Keinginan Pedagang Berjualan di Jalan Agus Salim

image
Pedagang korban kebakaran mulai menandai jalan dengan nama dan meja dagangan di sepanjang Jalan Agus Salim

Semarang, 13/5 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakomodir keinginan pedagang Pasar Johar yang ingin menempati Jalan Agus Salim yang berada tepat berada di depan pasar itu untuk berjualan sementara waktu.“Tadi sudah disepakati, pokoknya kami komitmen kawan-kawan di Pasar Johar harus bisa berjualan. Jadi, kesimpulannya boleh (menempati Jalan Agus Salim, red.),” katanya saat mengunjungi Pasar Johar Semarang, Rabu (13/5) sore.

Jalan Agus Salim yang rencananya menjadi lokasi berjualan sementara pedagang tepatnya berada di samping hotel Metro yang biasanya digunakan untuk parkir hingga kearah Barat, yang di gunakan hanya satu lajur, yakni lajur Utara jalan.

Penataan los sementara di Jalan Agus Salim, kata dia, akan dilakukan mulai Kamis (14/5) mendatang agar bisa segera ditempati pedagang, sembari menunggu tempat relokasi sementara selesai dibangun.Meski mengizinkan Jalan Agus Salim ditempati sementara oleh pedagang, ia mengajukan satu syarat, yakni pedagang harus mau pindah jika tempat relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) rampung.

“Syaratnya, begitu (pembangunan, red.) relokasi di kawasan MAJT Semarang selesai, semua (pedagang Pasar Johar, red.) bareng-bareng pindah ke sana,” katanya, yang langsung disambut antusias oleh pedagang.

Selain Jalan Agus Salim, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi juga mempersilakan jika pedagang ingin menempati Pasar Bulu lantai III, Pasar Ikan Higienis (PIH) Rejomulyo, dan gedung parkir Pasar Johar.

Kebijakan yang disampaikan Wali Kota Semarang itu mendapatkan apresiasi positif dari pedagang Pasar Johar yang memang menginginkan untuk bisa berjualan sementara tak jauh dari kawasan Pasar Johar. Bahkan, sejumlah pedagang pun sebelumnya sudah sempat menandai aspal dan trotoar dengan cat semprot bertuliskan nama pedagang atau toko karena khawatir tak kebagian tempat berjualan sementara.

Beberapa coretan dari cat semprot yang sempat dibikin pedagang, antara lain bertuliskan “Barokah Accesories”, “Wawa Accesories” yang mengartikan petak itu sudah dipilih oleh sang pemilik kios. Namun, aktivitas yang dilakukan sejumlah pedagang dengan mencoret-coret aspal dan trotoar sebagai tanda tempatnya berjualan itu tidak berlanjut karena belum mendapatkan izin dari pihak terkait.

Menanggapi diperbolehkannya berjualan sementara di Jalan Agus Salim, Narti, salah satu pedagang di Pasar Johar mengaku senang mendapatkan kepastian izin karena selama ini mereka selalu bertanya-tanya.“Kami semua selama ini selalu bertanya-tanya, apakah memang diperbolehkan jualan di jalan tersebut (Jalan Agus Salim, red.). Alhamdulillah, sudah dikasih izin sama Pak Wali (Wali kota, red.),” katanya.

Narti dan sejumlah pedagang lain yang saat itu mengerumuni Wali Kota Semarang Hendi pun langsung bersorak sorai meluapkan kegembiraan begitu mendapatkan kepastian izin menempati Jalan Agus Salim Semarang. (Bj05)

Advertisements