Home Hukum dan Kriminal Hendak Mandi di Kali, Pencuri Ditangkap Polisi

Hendak Mandi di Kali, Pencuri Ditangkap Polisi

Semarang, 17/12 (Beritajateng.net) – Seorang petani cabai asal Dusun gondang Duwur, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung dibekuk polisi saat hendak mandi di sungai dekat rumahnya. Petani bernama Rodi (24) itu ditangkap karena menjadi anggota komplotan pencuri mobil.

Dari pengakuan Rodi, dia sudah dua kali mencuri mobil jenis bak terbuka bersama tiga rekannya. Dalam dua kali beraksi itu Rodi bertugas mengawasi dua rekannya yang menjadi eksekutor.

“Saya diajak teman dari Wonosobo, awalnya tidak tahu mau mencuri. Tapi yang kedua ini tahu terus tetep ikut,” kata Rodi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (17/12).

Aksi terakhir dilakukan di depan SD N 01 Purwosari Kecamatan Mijen, Semarang. Rodi dan tiga temannya datang ke lokasi menggunakan mobil. Kemudian dua temannya, Muji dan Pethek turun untuk mengambil mobil dengan merusak pintu dan kunci.

Rodi mengatakan komplotannya mengambil mobil bak terbuka itu karena memang sudah pesanan. Ayah satu anak ini mengaku memperoleh bagian Rp 1,3 juta ketika mobil sudah laku.

“Memang pesanan. Saya tidak tahu laku berapa tapi saya dapat Rp 1,3 juta. Yang pesan orang Temanggung,” tandasnya.

Setelah polisi mendapat laporan pencurian, penyelidikan segera dilakukan dan petugas Polsek Mijen segera melakukan pengejaran. Hari Minggu (14/12) lalu pelaku Rodi ditangkap di pinggir sungai dekat rumahnya dan terpaksa menerima peluru petugas di kaki kiri karena berusaha kabur. “Saya ketangkap di pinggir kali waktu mau mandi,” ujar Rodi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan komplotan itu memang spesialis pencuri mobil bak terbuka. Mereka bekerja sesuai pesanan. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. “Mereka mendapat pesanan kemudian datang ke Semarang untuk curi mobil. Tiga orang masih kami kejar,” kata Djihartono.

Kapolsek Mijen, Kompol Suratmin menambahkan satu dari tiga pelaku yang masih buron nyaris tertangkap namun berhasil kabur ke dalam perkebunan saat dilakukan penyergapan.

“Kita tahu posisi di atas gunung di Parakan, kita naik ke atas, pas satu jalur ketemu mobil kita Innova. Dia langsung keluar mobil lari masuk kebun,” terangnya.(HL/pj)

Advertisements