Home Nasional Hebat!!! Pelajar Semarang Ini Boyong Medali WCF di Daejon Korea 2015

Hebat!!! Pelajar Semarang Ini Boyong Medali WCF di Daejon Korea 2015

Enam pelajar dari Kota Semarang berhasil memboyong Medali World Creativity Festival di Daejon Korea 2015
Enam pelajar dari Kota Semarang berhasil memboyong Medali World Creativity Festival di Daejon Korea 2015
Enam pelajar dari Kota Semarang berhasil memboyong Medali World Creativity Festival di Daejon Korea 2015

Semarang, 22/10 (BeritaJateng.net) -Sepulang dari perjalan dari Korea menuju Indonesia, TIM yang beranggota 6 orang siswa-siswi SD di Kota Semarang, kedatangannya disambut di bandara Ahmad Yani oleh Kepala Dinas Kota Semarang dan jajarannya, beserta anggota DPRD Kota Semarang. Rabu,(21/10) Kepala Dinas memanggil dikantornya memberikan apresiasi terimakasih, dalam kebahagiaannya atas prestasi yang dibawa anak didik dibawah naungannya demi Kota Semarang tercinta ini.

Anak Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang World Creativity Festival (WCF) 2015 di Daejeon Korea, 15-19 Oktober 2015 rombongan yang didominasi dari siswa-siswi SD Kota Semarang.

Indonesia mengirimkan 6 tim yang terdiri dari 12 anak SD Se-Indonesia. Dari 6 tim tersebut 4 tim dari kejuaraan OSN dan FLS2N dan 2 tim mandiri.

Tim tersebut  meraih 1 grand prize, 2 silver prize, 2 bronze prize dan 1 appreciation award, untuk kategori long term thesis presentation. Sementara untuk kategori spontanitas Indonesia meraih1 gold prize, 1 silver prize, 1 bronze prize.

WCF (World Creativity Festival) adalah lomba tahunan siswa Korea yang diadakan sejak 1997. Pada 2005 festival ini dibuka untuk siswa luar Korea. Tujuan utama lomba ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa di bidang sains dan teknologi.

Tema kali ini adalah “Sharing Tallent”, dimana peserta harus mampu mempresentasikan kolaborasi ilmu seni dan science di depan juri Internasional. Peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 120 tim dari perwakilan dari tujuh Negara yakni Korea, Cina, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Saudi Arabia dan Indonesia.

Dalam apresiasinya di kantor kerjanya Kepala Dinas Drs. Bunyamin,M.Pd di gedung A lantai 2 ruang oval yang dihadiri Ka.Bid Dikdasmen Drs.Sutarto,MM, Ka.Bid.PTK Drs.Hari Waluyo,MM, Ka.Bid.PNFI Wahyudi Harso,SH.,MH, Kasubag Umum dan Kepegawaian Sri Rahayuningsih,S.Pd.,MM, Kasi SD Drs.Hidayatulloh S.IP, Ka.UPTD Pendidikan Kecamatan Banyumanik Drs.Sukali,MM,Ka. UPTD Pendidikan Kecamatan Pedurungan Sulardi,S.Pd.,M.Pd, Ka.UPTD Pendidikan Kecamatan Genuk Drs.Daryata,MM, Kepala Sekolah, Guru Pendamping dan anak-anak TIM WCF Korea.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang menyampaikan rasa syukur, senang, bahagia dan terimakasihnya yang mendalam kepada tim putra-putri SD yang menjadi binaanya.

“Perjuangan di Korea sungguh melampaui berbagai tahapan, ketekunan, kesabaran, karantina dimana memuat kedisplinan belajar dan berlatih yang tak henti-henti, berani mengkontrol diri untuk berkonsentrasi demi meraih prestasi yang gemilang ini,” ujar Bunyamin.

Menurutnya, kemahiran berbahasa asing menjadi kunci utama dalam menjawab soal dilontarkan artinya kontingan dari Semarang ada yang sudah mahir dalam memahami komunikasi dalam penggunaan berbahasa asing.

“Untuk itu kita persiapkan selanjutnya dari tahun ketahun pelajar (siswa-siswi) di Kota semarang untuk menjadi juara disetiap perlombaan sebagai  penyumbang juara di Tingkat Provinsi, Nasional dan Internasional Kota Semarang adalah penyumbang medali terbanyak,” imbuhnya.

Di hari guru nanti, lanjut Bunyamin, para juara tingkat provinsi, nasional dan International akan mendapatkan hadiah dari bapak Gubernur Jawa Tengah selain itu bapak Walikota Semarang juga akan memberikan apresiasi hadiah bagi Juara yang membawa nama baik Kota Semarang tentunya perlombaan yang berjenjang, dalam memberikan penyambutan kemenangan putra-putri di Korea.

“Ini yang pertama kalinya Kota Semarang ada apresiasi hadiah yang diajukan dalam Perubahan APBD 2015,” beber Bunyamin.

Adapun siswa yang memperoleh kejuaraan tersebut adalah Grandprize diperoleh siswa atas nama Salsabila, (SDN Lenteng Agung Jakarta) dan Erriezzha (SDN 2 Sidokumpul Gresik), Silver prize atas nama Viloa (SD Penabur 6 Jakarta) dan Fikri (SDN 1 Randegan Banjarnegara), silver prize diperoleh siswa atas nama M. BaiataFarisidan, M.Zulfikar Avicena (SD Semesta Semarang/UPTD Pendidikan Kecamatan Banyumanik). Bronze prize diperoleh siswa atas nama Muhammad Iqbal (SDN Randegan banjarnegara) dan Muhammad Hilal Ariq (SD Pedurungan Tengah 2 Semarang).

Bronze lainnya juga diperoleh siswa atas nama Arya Syariendrar (SD Al Azhar 14 Semarang/UPTD Pendidikan Kecamatan Banyumanik) dan Sanika (SD Pelita Cemerlang). Peserta lain atas nama Tasya (SDIP Muhajirin Semarang/UPTD Pendidikan Kecamatan Genuk) dan Sahda Rani (SDN Kota kulon Bondowoso) mendapatkan appreciation award.

Selain kompetisi tersebut, panitia WCF juga mengadakan kompetisi yang bersifat spontanitas individual sort term. Lagi-lagi Indonesia tidak mau ketinggalan dengan Negara lain. Siswa atas nama Muhammad Hilal Ariq (SD Pedurungan Tengah 2 Semarang) memperoleh bronze prize untuk kategori sort term problem solving (students).

Sementara untuk kategori sort term better idea contest (adults), dua orang pendamping dan pembimbing juga mendapat Gold prize yakni atas nama Siti Zubaidah (Kepala SD Semesta Semarang) sekaligus pembina kontingen dari Kota Semarang dan Silver prize atas nama Setiawan Witaradya (staff kemendikbud).

Nama project yang di presentasikan anak-anak dari Semarang adalah herbal pembasmi rayap dengan nama grupnya TERMINATOR (Termites Examinator), sementara nama produknya adalah Balmitor, yakni obat/herbal untuk membasmi rayap yang terbuat dari campuran ekstrak buah bintaro atau pong-pong fruit.

Project selanjutnya adalah alat pengawet makanan atau disebut C-COMBAT (Cooler combination Batik). Inilah adalah perjuangan putra-putri Kota Semarang atas pembinaan bapak-ibu Guru di sekolah, semoga dapat menginspirasi lainnya untuk selalu mengisi dikancah nasional dan Internasional ditiap Tahunnya. (Bj/disdik.semarangkota.go.id)