Home News Update Hebat Berkomitmen Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak di Semarang

Hebat Berkomitmen Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak di Semarang

SEMARANG, 14/11 (BeritaJateng.net) – Komitmen pasangan Hebat (Hendi – Ita Bersama Rakyat) terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak diragukan lagi. Di masa Hendrar Prihadi menjabat Wali Kota Semarang misalnya, telah dibentuk crisis center yang memastikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tertangani.

Aktivis Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni, Ninik Jumoenita mengatakan selama Hendrar Prihadi menjabat, komitmen ditunjukkan dengan keberpihakan anggaran dan pembentukan crisis center.

Dia berharap jika pasangan Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu memenangi Pilwakot Semarang, berbagai program tersebut dilanjutkan.

“Kami berharap perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ditingkatkan lagi melalui komitmen birokrasi dan penataan organisasi,” ujarnya saat audiensi sejumlah LSM pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan pasangan Hebat di kediaman Hendrar Prihadi belum lama ini.

Wati Abduljannah dari Jaringan Perlindungan Anak (JPA) Kuningan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan terhadap penanganan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pihaknya juga berharap bisa mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.

“Di wilayah Kuningan ada sejumlah permasalahan karena sebagian besar penduduknya dari kalangan menengah ke bawah. Masalah diantaranya muncul dari banyaknya pasangan yang kawin muda karena hamil di luar nikah,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Hendrar Prihadi siap diajak rembugan dengan para aktivis LSM tersebut. “Kami akan kedepankan komitmen paseduluran yaitu gampang diajak ketemu dan rembugan untuk menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Dia yakin program yang telah dijalankan para aktivis tersebut bagus. Hendi – panggilan akrab Hendrar Prihadi juga sepakat agar perempuan dan anak harus selalu dilindungi.

“Saya semakin yakin karena jika dulu sendirian memimpin Kota Semarang, kini ada Mbak Ita (Hevearita), wakil saya yang perempuan. Mbak Ita akan intens menggarap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” tandasnya.

Sementara itu Ita siap mendorong disahkannya Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Semarang. “Raperda nya sudah ada dan tinggal digedok. Kami akandorong,” katanya. Dia juga sedang mempersiapkan  hotline khusus permasalahan perempuan. Tujuannya salah satunya adalah agar penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak bisa tuntas.

Menurut dia, pembentukan crisis center sangat penting untuk menindak pelaku kekerasan anak yang saat ini menjadi sorotan. Selain itu, juga untuk menghilangkan trauma korban. Program penguatan karakter yang sudah masuk visi misi pasangan Hebat juga berguna untuk mengatasi hal tersebut.

“Kami berencana pendidikan karakter bisa dimasukkan dalam muatan lokal di pelajaran sekolah agar anak-anak terhindar dari hal-hal yang negatif,” tandasnya. (Bj)