Home Headline Hati-hati Calo Yang Mengatasnamakan KPK Bergentayangan

Hati-hati Calo Yang Mengatasnamakan KPK Bergentayangan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru, 14/1 (BeritaJateng.net) – Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, Riau, Zulfan Sulaiman (55) warga Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru mengadukan dugaan tindak pidana penipuan calo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan terlapor oknum pegawai negeri sipil.

Dalam laporannya di Polda Riau di Pekanbaru yang diketahui pers, Rabu siang, korban menyebut nama sejumlah pelaku masing-masing berinisial SM, YY dan S alias Y. Ketiganya diketahui sebagai PNS aktif yang bertugas di Dinas Perhubungan Pekanbaru.

Dalam laporannya, kejadian itu berawal ketika korban masih menjabat sebagai anggota DPRD Pekanbaru beberapa tahun silam.

Waktu itu, demikian keterangan korban, dia mendapat tawaran dari pelaku yang mengaku bisa mendatangkan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dari DPRD untuk masyarakat Kota Pekanbaru.

Namun untuk merealisasikannya, demikian korban, pelaku memintanya untuk menyiapkan dana sebesar Rp225 juta sebagai biaya akomodasi.

Korban mengaku memberikan uang tersebut kepada para pelaku dengan harapan pihak penyidik KPK dapat mengusut segera kasus dugaan penyelewengan dana bansos tersebut.

Namun setelah berjalan lebih tiga bulan, lanjut dia, ternyata tidak ada hasil meski telah ada beberapa orang yang datang untuk memeriksa dokumen kasus tersebut.

Belakangan korban menyatakan pihaknya mengetahui tim yang didatangkan itu bukanlah tim KPK seperti yang dijanjikan.

Menyadari hal itu, korban mengaku kemudian berinisiatif mengadukan kasus dugaan penipuan ke Mapolda Riau di Pekanbaru.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo menyatakan telah mendapat informasi adanya laporan dalam kasus dugaan penipuan itu.

“Kalau sudah dilaporkan tentu akan ditindaklanjuti. Setelah memintai keterangan korban, terlapor juga akan dipanggil untuk diperiksa,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, kasus calo KPK itu masih dalam tahap penyelidikan dan akan dimintai keterangan sejumlah saksi lainnya. (ant/BJ)