Home News Update Hasan Abdul Rozak Ingin Wujudkan Lulusan Berdaya Saing Wirausaha dan IT

Hasan Abdul Rozak Ingin Wujudkan Lulusan Berdaya Saing Wirausaha dan IT

Semarang, 5/2 (BeritaJateng.net) – Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM), maka dari itu mahasiswa perlu mengembangkan bekal kewirausahaan, IT dan link. Artinya, lulusan program studi harus terbangun dalam diri mahasiswa sebagai seorang entrepreneur, serta mampu menguasai bahasa dan IT.

Dr. H. Hasan Abdul Rozak, SH., CN., MM selaku Rektor Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang menjelaskan jika secara akademis, mahasiswa sudah memadai dari sisi attitude.

Bahkan pada tahun 2015 lalu, Unisbank juga menjadi tempat bagi dosen yang siap membangun pendidikan karakter, sama persis dengan yang digaungkan Presiden Jokowi mengenai Revolusi Mental. Hal ini dilakukan dalam upaya menyiapkan mahasiswa, dan SDM yang kompeten sesuai kurikulum dan masuk dalam kompetensi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Di Unisbank sendiri ada peningkatan kualitas di bidang akademik bagi SDM nya tercatat ada 2 Guru Besar, 29 Doktor, 19 sedang menempuh S3 dan 122 bergelar S2,” terang Rektor yang juga aktif dalam berbagai keorganisasian ini saat diwawancarai di ruangannya, Jumat (5/2) pagi.

Baik di dalam maupun luar negeri, Unisbank juga menyiapkan pendidikan pada bidang penelitian. Dengan harapan kualitas SDM dan lulusan Unisbank mampu bersaing. Misalnya saja menyiapkan berbagai program urusan internasional.

Diantaranya kerjasama luar negeri dengan Chulalongkorn University, HELP University, HeBei Normal University, Guangdong Normal University, Guangxi Normal University, Asean Cullinary Academy dan Highline Community College dalam rangka studi lanjut, studi exchange, serta pengembangan budaya dan bahasa.

“Mahasiswa dibekali kemampuan berbahasa Inggris, Mandarin, dan Prancis sehingga mampu berkompetisi,” tutur Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (ADP2KN-Jateng) 2014-2017 sekaligus Wakil Ketua II Yayasan Studi Bahasa Jawa (YSBJ) Kanthil 2015 ini.

Unisbank juga membekali soft kompetensi dosen dan mahasiswa, salah satunya melalui mata kuliah entrepreneur. Ini yang menjadi ketertarikan karena untuk menjadi pengusaha masuk dalam kurikulum mata kuliah 5 SKS Kewirausahaan.

“Seperti materi membangun jiwa kewirausahaan, menyusun bisnis, dan implementasi bisnis,” imbuh Ketua Bidang Advokasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng 2014-2017 ini.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan industri, perbankan, HIPMI, Kadin, TELKOM serta Jaringan Rumah Usaha. Juga menjalin kerjasama dengan AKPOL, mental caracter building center (MCBC).

“Sehingga lulusan Unisbank bisa profesional di bidangnya masing-masing yang berproses, berhasil dan bernilai. Berproses sesuai kurikulum, berhasil lulus dengan kompetensi yang mumpuni dan bernilai hingga mampu berkompetisi,” ujar alumnus S3 UNMER Malang 2007 Ilmu Ekonomi ini.

Sebagai seorang Rektor yang aktif di berbagai organisasi dan menimba berbagai ilmu, mulai dari Ilmu Hukum Keperdataan, Kenotariatan Manajemen (Manajemen Strategic), dan Ilmu Ekonomi (MSDM), Hasan Abdul Rozak memiliki komitmen kuat untuk berkiprah di dunia akademik.

Menjadi dosen dan bisa mengembangkan serta berkontribusi menyiapkan generasi muda sehingga ilmunya lebih bermanfaat.

“Saya memilih di jalur akademis. Hobi berorganisasi karena hal itu merupakan aktivitas kaitannya dengan interaksi orang lain. Ilmu tidak hanya murni diperoleh dari membaca tetapi juga praktik,” terang ayah dari dua anak yang tinggal di Jalan Karangbendo No. 7 Jatingaleh Semarang ini.

Aktif di organisasi sejak SMA hingga kuliah, menjadikan Rektor Unisbank ini mampu dan mau, karena menurutnya pada prinsipnya niat apapun akan bisa dicapai.

“Kita punya keinginan untuk berubah sebagai nilai tambah. Kuncinya percaya diri yang dibangun dari potensi diri. Mau melakukan dengan ‘action’,” tuturnya.

Berdasarkan kualitas sumber daya manusia, kualitas manajemen, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dari Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Unisbank masuk dalam ranking 105 dari 3320 PTN dan PTS.

“Pondasi kejelasan peran, komitmen, dan kapabilitas inilah yang penting, artinya PTS juga harus betul-betul menanamkan budaya organisasi yang kuat sesuai perannya masing-masing. Sehingga harapannya tahun 2020 nanti Unisbank mampu mewujudkan lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional berbasis kewirausahaan dan IT,” pungkasnya. (BJT01)