Home Ekbis Harus ada Penguatan Faktor Pendorong Investasi

Harus ada Penguatan Faktor Pendorong Investasi

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Semarang, 23/1 (BeritaJateng.net) – Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah menilai perlu ada penguatan faktor pendorong investasi di antaranya sisi infrastruktur dan regulasi.

“Minimnya infrastruktur sendiri menjadi faktor penghambat pada pertumbuhan investasi Jawa Tengah pada tahun lalu, harapannya kondisi tersebut tidak lagi terjadi di tahun ini,” kata Kepala BPMD Jateng Yuni Astuti di Semarang, Jumat.

Pihaknya mengakui, sejauh ini infrastruktur di Jawa Tengah masih tertinggal jika dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Salah satu yang perlu segera ada pembenahan yaitu pelabuhan.

Menurutnya, jika Pelabuhan Tanjung Emas bisa dikembangkan melebihi kapasitas saat ini maka dipastikan para investor akan tertarik untuk masuk di provinsi ini.

Yuni mengatakan, bagaimanapun juga Pemerintah masih menjadi pendorong utama untuk pembangunan infrastruktur. Meski demikian, jika dilihat dari segi dana pembangunan maka besarannya relatif kecil.

“Dalam upaya pembangunan infrastruktur ini bukan angka yang menjadi hal utama tetapi fungsi pendorong. Pemerintah harus mengerahkan seluruh tenaga untuk menangani infrastruktur umum, baik itu melalui dana APBD maupun APBN yang dialokasikan untuk Jateng,” katanya.

Sedangkan dari sisi regulasi, sifatnya tidak bisa dikelola sendiri oleh masing-masing kabupaten/kota bahkan provinsi. Menurut dia, seharusnya regulasi yang salah satunya mengatur tentang perizinan harus diputuskan oleh Pemerintah pusat.

“Tanggal 15 Januari lalu Pemerintah sudah melakukan soft launching secara nasional untuk perizinan terpadu satu pintu, sedangkan pada tanggal 26 bulan ini akan dilaksanakan grand launching yang dihadiri langsung oleh Presiden,” katanya.

Pihaknya berharap, dengan adanya perizinan terpadu satu pintu tersebut akan semakin memudahkan investor dalam membangun pabrik mereka di Indonesia salah satunya Jawa Tengah.

Sementara itu, hingga saat ini perusahaan-perusahaan yang akan berinvestasi di Jateng masih didominasi oleh bidang tekstil, furnitur, dan elektronik.

“Untuk perusahaan yang bergerak di bidang elektronik ini mulai banyak yang masuk ke Jateng karena menurut para investor, Jateng memiliki tenaga kerja di bidang elektronik dengan kualitas kemampuan yang cukup baik,” katanya. (ant/BJ)