Home Lintas Jateng Harkitnas, HMI Kritisi Ketidakstabilan Ekonomi Indonesia

Harkitnas, HMI Kritisi Ketidakstabilan Ekonomi Indonesia

Aksi demo
Aksi demo
Aksi demo

Semarang, 20/05 (BeritaJateng.net) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang gelar aksi peringati Hari Kebangkitan Nasional sekaligus mengkritisi ketidakstabilan ekonomi Indonesia.

Aksi di gelar di depan pagar Halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Jawa Tengah, Rabu (20/5) siang.

Penanggungjawab sekaligus Ketua HMI Cabang Semarang, Aat Eska Fahmadi mengatakan, selain memperingati Harkitnas, aksi demo juga dalam rangka mengkritisi ketidakstabilan ekonomi Indonesia saat ini.

Terkait subsidi pencabutan BBM yang berdalih untuk kepentingan infrastruktur, hanya dinikmati oleh yang mempunyai modal besar/asing. Pencabutan BBM bersubsidi kurang relevan.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi selama setengah tahun ini karena keadaan ekonomi di Indonesia yang semakin labil,” katanya.

Pihaknya berharap, upaya penyelamatan institusi hukum dari kelemahannya dalam mengambil kebijakan Pemerintah perlu dikritisi.

Salah satu mahasiswa yang ikut aksi demo di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, Komarudin menambahkan bahwa aksi mereka merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kami bertindak sebagai lebah untuk menyengat Pemerintah agar bekerja lebih sigap karena kita tahu Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan penuh pro dan kontra.Tidak konsisten dengan niatan awal untuk memberantas korupsi. Masalah BBM dinaik turunkan efeknya signifikan kepada masyarakat sedangkan kestabilan harga bahan pokok itu perlu, “paparnya.

AKBP Wawan Kurniawan, S.H.,SIK.,M. Si Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang mengatakan, pihaknya telah menerjunkan 90-100 Poltabes Polsek Semarang Selatan dan Polrestabes, dalam rangka memberikan kelancaran arus lalu lintas supaya para demonstran tersampaikan aspirasinya dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan.

“Tujuan mereka demo itu baik, untuk memotifasi semangat pemuda dan rakyat Indonesia. Oleh karena itu kami sigap,” tuturnya. (Mg-1)