Home Lintas Jateng Hari Tani, Sejumlah Kalangan dan Aktivis Perjuangkan Nasib Petani 

Hari Tani, Sejumlah Kalangan dan Aktivis Perjuangkan Nasib Petani 

624

IMG_20150928_163038

Semarang, 28/9 (BeritaJateng.net) – Memperingati Hari Tani 2015, sejumlah kalangan dan aktivis diantaranya KPA Jateng, YLBHI-LBH Semarang, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jateng, Greenpeace Indonesia dan Aktivis Mahasiswa (BEM, HMI, dan PMII) turun ke jalan dan berunjuk rasa menyampaikan aspirasi di bundaran air mancur, Jalan Pahlawan, Senin (28/9) sore.

Ketua Panitia, Rumiyati yang sekaligus aktivis Walhi Jateng menjelaskan dampak kekeringan sungguh memperihatinkan.

“Sebanyak 16 Kabupaten dilanda kekeringan dan delapan kabupaten penghasil beras terbesar juga mengalami puso, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis pangan,” papar Rumi dalam orasinya di Jalan Pahlawan.

Dia juga menambahkan dampak dari kekeringan, petani menjadi semakin sulit. “Spanduk, poster dan bendera yang berkibar bentuk dari suara dan teriakan kami memperingati hari tani,” imbuhnya.

Selain itu para aktivis tersebut juga, menyoroti kasus Lumajang, mereka turut berduka atas terbunuhnya Pak Salim saat berada di Balai Desa. Aksi yang mereka sebut dengan Aliansi untuk Reforma Agraria  (ASuRA) ini juga memiliki tuntutan terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Rumi mewakili aktivis lainnya yang sedang berunjuk rasa memiliki beberapa harapan. “Dengan adanya aksi demonstrasi ini, kami lebih menyampaikan secara nasional supaya reformasi agraria segera dijalankan. Selain itu juga menyelesaikan konflik agraria lingkup Jateng dan Indonesia. Serta ada penyetopan terhadap perampasan hak rakyat dan petani,” ungkap Rumi.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Hanindya menyebutkan jika aksi orasi unjuk rasa tersebut juga disemarakkan dengan puisi, dan performa art berupa lagu Ibu Pertiwi.

“Lagu Ibu Pertiwi dari kami mewakili jeritan para petani yang dilanda kekeringan,” imbuh Hanin. (BJT01)

Advertisements