Home Lintas Jateng Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Tekan Angka Bully

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Tekan Angka Bully

225
0
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi
       Semarang, 2/5 (BeritaJateng.net) – Kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak dilingkungan sekolah sudah tidak dapat ditolelir. Seluruh insan pendidik dan orang tua juga diminta ekstra waspada dan peka terhadap kejadian dilingkungan anak-anak.
        Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak semua insan pendidikan dalam rangka momentum Hari Pendidikan Nasional, untuk bersama memerangi bullying atau kekerasan dalam lingkungan sekolah. Dalam Hal ini, Wali Kota juga menginstruksikan kepada korban maupun saksi untuk melapor kepihak berwajib manakala melihat aksi kekerasan atau bullying dikalangan remaja.
        “Apalagi saat ini sudah ada UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, sehingga bagi pelaku bullying dapat dijerat dengan undang-undang tersebut ancaman pidana paling lama 3 tahun,” ujarnya saat ditemui di Balaikota, Rabu (02/05/2018).
         Menurut Wali Kota Semarang, anak sebagai generasi penerus bangsa mesti dididik dengan baik dengan diberikan pemahaman budi yang luhur dan nilai-nilai pancasila. Sehingga dengan demikian persoalan bullying semestinya sudah tidak lagi dijumpai saat ini, apalagi adanya jaminan yang terttuang dalam uu perlindungan anak.
         “Sementara dilingkup sekolah, saya minta pihak guru dan dinas pendidikan serta kader PKK juga telah diberikan pemahaman tentang kekerasan anak dan perempuan/ agar kasus bullying dapat hilang di Kota Semarang,” tambahnya.
         Sementara itu, terkait sektor pendidikan, Pemkot Semarang telah memberikan layanan pendidikan yang gratis disekolah negeri, sedangkan untuk sekolah swasta, pemerintah juga memberikan beasiswa bagi warga yang kurang mampu.
          “Sedangkan terobosan yang akan dilakukan ditahun depan, kami sedang merintis sekolah gratis baik negeri maupun swasta agar semua anak yang ada dikota Semarang dapat sekolah. Hal itu karena untuk menjadi generasi yang Hebat, setiap pelakar juga mesti sehat dan pintar yang menjadi fundamental percepatan pembangunan,” imbuhnya. (El)