Home Headline Hari Bebas Kendaraan Pribadi di Semarang Berlanjut? Ini Kata Hendi

Hari Bebas Kendaraan Pribadi di Semarang Berlanjut? Ini Kata Hendi

Hari Bebas Kendaraan di Lingkungan Pemkot Semarang.

Semarang, 10/8 (BeritaJateng.Net) – Kebijakan pemberlakuan Hari Bebas Kendaraan Pribadi setiap Rabu di lingkungan Pemkot Semarang berakhir pada hari ini, Rabu (10/8).

Kebijakan yang telah diberlakukan sejak 6 Juli lalu memang mengharuskan semua aparatur sipil negara (ASN) dan Non ASN untuk menggunakan transportasi umum pada hari Rabu. Tujuannya selain untuk mengurangi emisi gas buang juga membiasakan masyarakat menggunakan transportasi umum.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya belum mengambil keputusan apakah akan dilanjutkan lagi atau dihentikan kebijakan tersebut. Pihaknya akan mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari kebijakan ini.

“Nanti kita lihat positif negatifnya sebelum ambil keputusan apakah akan dilanjutkan atau dihentikan,” kata Hendi, sapaan akrabnya, Rabu (10/8).

Hendi mengatakan, pihaknya akan menghitung secara detail terkait dengn pengurangan emosi gas buang pada saat Hari Bebas Kendaraan Pribadi ini diberlakukan. Kenaikan transaksi pada transportasi umum juga akan dihitung secara detail sebelum mengambil keputusan selanjutnya.

“Bagaimana dampak ke masyarkaat terkait kebijakan ini, terkena dampak atau bagaimana,” tuturnya.

Hendi menyebut dengan adanya dukungan dari masyarakat di luar ASN bisa menjadi tolok ukur penerapan kebijakan hari bebas kendaraan pribadi. Ia menyampaikan perlu ada dorongan dan motivasi untuk masyarakat agar turut menggunakan transportasi umum.

“Kami buat acara lomba foto di Hari Bebas Kendaraan ini bagian dari untuk bisa menggerakan masyarakat luar PNS agar lebih aktif dalam pemakaian transportasi umum setiap Rabu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hendi mengatakan pada tanggal 17 Agustus mendatang, Pemkot Semarang akan mengumumkan pemenang lomba foto yang berlangsung selama Hari Bebas Kendaraan.

“Kami umumkan dulu tanggal 17 nanti pemenangnya sambil menghitung manfaat maupun mudaratnya (Hari Bebas Kendaraan). Nanti kalau besar manfaatnya, kami terusin saja tidak apa-apa,” pungkasnya. (Ak/El)