Home Ekbis Harga Telur di Cilacap Naik

Harga Telur di Cilacap Naik

Cilacap, 22/12 (Beritajateng.net) – Harga telur ayam menjelang perayaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 di pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bergerak naik.

Dari pantauan di Pasar Sidodadi, Cilacap, Senin, harga telur ayam telah mencapai Rp21 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang sembako, Siti mengatakan bahwa kenaikan harga telur ayam terjadi sejak tanggal 17 Desember 2014.

“Sebelumnya, harga telur ayam hanya sebesar Rp19 ribu per kilogram tetapi sejak tanggal 17 Desember naik menjadi Rp20 ribu per kilogram dan hari ini (Senin, red.) naik lagi menjadi Rp21 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut dia, kenaikan harga telur ayam tersebut akibat tingginya permintaan dari masyarakat menjelang perayaan Natal maupun warga yang menggelar hajatan sedangkan pasokan dari peternak tidak ada peningkatan.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat lainnya cenderung stabil seperti beras IR-64 kualitas medium tetap Rp8.500 per kilogram, gula pasir kualitas medium Rp10 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp11 ribu per kilogram, daging ayam potong Rp26 ribu per kilogram, dan tepung terigu Bogasari protein sedang Rp7.500 per kilogram.

Sementara itu, salah seorang pedagang sayuran, Sarmini mengatakan bahwa harga beberapa jenis cabai hingga sekarang belum stabil.

“Seperti harga cabai merah besar pada tanggal 12 Desember hanya sebesar Rp60 ribu per kilogram, tiga hari kemudian naik menjadi Rp65 ribu per kilogram, namun pada tanggal 17 Desember turun menjadi Rp60 ribu per kilogram dan bertahan hingga sekarang. Mungkin dalam beberapa hari ke depan kembali naik karena permintaan dari masyarakat cenderung meningkat dan pasokan dari petani belum stabil,” katanya.

Menurut dia, harga cabai rawit merah pada hari Senin (22/12) telah mencapai Rp85 ribu per kilogram atau naik sebesar Rp10 ribu dari harga tanggal 19 Desember yang sebesar Rp75 ribu per kilogram.

Sebelumnya, kata dia, harga cabai rawit merah pada tanggal 15 Desember hanya Rp70 ribu per kilogram dan naik menjadi Rp75 ribu per kilogram sejak tanggal 19 Desember.

Ia mengatakan bahwa harga cabai merah keriting mengalami penurunan sejak tanggal 17 Desember dan hingga sekarang masih bertahan sebesar Rp65 ribu per kilogram.

“Sebelumnya, harga cabai merah keriting sempat menembus Rp70 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak tanggal 19 Desember meskipun sempat mencapai Rp50 ribu per kilogram pada tanggal 12 Desember dan turun menjadi Rp35 ribu pada tanggal 17 Desember,” katanya.(ant/ss)