Home Ekbis Harga Properti Residensial Di Jateng Terus Meningkat

Harga Properti Residensial Di Jateng Terus Meningkat

701
Ilustrasi

 

Semarang, 25/2 (BeritaJateng.net) – Harga properti di Jawa Tengah pada Triwulan IV-2015 terpantau mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV-2015 yang tercatat sebesar 190,90 atau naik 10,90% (yoy), sejalan dengan IHPR nasional yang meningkat sebesar 4,55% (yoy).

Peningkatan indeks ini sejalan dengan beberapa indikator ekonomi seperti pergerakan IHK subkelompok biaya tempat tinggal yang juga meningkat di triwulan IV-2015 sebesar 1,20% (yoy), peningkatan pendapatan masyarakat Jawa Tengah pada tahun 2015 yang tercermin PDRB perkapita Jawa Tengah meningkat sebesar sebesar 8,70% (yoy), serta PDRB triwulan IV-2015 Provinsi Jawa Tengah untuk lapangan usaha konstruksi yang meningkat sebesar 7,35% (yoy).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ananda Pulungan menyatakan, peningkatan IHPR terjadi di seluruh tipe rumah, dengan kenaikan indeks terbesar terjadi pada rumah tipe kecil 27,23% (yoy), diikuti rumah tipe menengah dan besar masing-masing meningkat 3,89% (yoy) dan 2,63% (yoy).

Jumlah unit rumah yang dibangun pada triwulan IV-2015 secara umum tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,28% (qtq) dibanding triwulan III-2015. Peningkatan jumlah unit rumah dibangun tersebut sejalan dengan konsumsi semen Jawa Tengah yang juga meningkat di triwulan IV-2015 tumbuh 17,50% (qtq) dan PDRB sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 4,51% (qtq) di triwulan ini.

Peningkatan pasokan unit rumah terjadi dari pembangunan rumah tipe kecil dan besar dengan kenaikan masing-masing sebesar 16,82%  (qtq) dan 2,86% (qtq).

“Kebijakan Bank Indonesia melakukan relaksasi loan to value (LTV) terhadap kredit properti pada pertengahan Juni 2015 mendorong pertumbuhan penjualan properti residensial di Jawa Tengah, khususnya rumah tipe menengah dan besar,” ujar Ananda.

Menurutnya, kondisi ini tercermin pada penjualan rumah tipe menengah dan besar pada triwulan IV-2015 yang meningkat sebesar 3,83% (qtq) dan 2,76% (qtq) dengan kualitas kredit KPR masih cukup terjaga baik sebagaimana tercermin dari tingkat non performing loan (NPL) yang relatif rendah 2,12%.

“IHPR pada triwulan I-2016 diperkirakan masih akan meningkat di kisaran level 191,93. Hal ini diperkirakan didorong oleh masih cukup tingginya permintaan masyarakat terhadap rumah yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sementara lahan hunian terbatas, serta tingginya harga bahan bangunan dan upah pekerja di sektor bangunan,” Imbuhnya. (Bj)

Advertisements