Home Ekbis Harga Lada Anjlok Akibat Panen Raya

Harga Lada Anjlok Akibat Panen Raya

1033
0

Purbalingga, 3/8 (BeritaJateng.net) –  Panen raya lada di Kecamatan Pengadegan yang sudah dimulai pada Bulan Juli lalu sampai Bulan Agustus ini ternyata membuat harga lada kian menurun. Harga lada yang merosot ini diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan ini, setelah masa panen berakhir harga lada akan kembali stabil di pasaran.

         “Harga lada untuk bulan kemarin secara umum harganya sedang jatuh karena kemarin sudah panen raya tapi nanti ada kemungkinan harga naik lagi,” kata Sri Haryanti dari Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pengadegan saat ditemui, Kamis (2/8).
        Hasil panen raya ini rupanya menurunkan harga lada saat ini di tingkat petani lada yang berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogramnya. Padahal harga lada sendiri bisa mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogramnya sebelum dan sesudah musim panen lada.
        “Biasanya naik, cuma ini pas panen raya jadi harga sampai anjlok tapi nanti kalau disimpan yang penting betul-betul kering bisa dijual lagi nunggu pas harga naik,” jelasnya.
        Sri Haryanti menuturkan harga lada yang relatif menurun juga disebabkan dengan adanya isu Vietnam ekspor lada ke Timur Tengah. Dari isu ini pulalah pemasaran lada ke luar negeri mulai berkurang karena harga lada yang ditawarkan oleh Vietnam lebih murah dibandingkan harga lada dari Indonesia.
        “Jadi akhirnya harga lada di sini jatuh karena lada-lada Vietnam jauh lebih murah,” ungkap Sri Haryanti.
        Saat ini lada dari Kecamatan Pengadegan tidak hanya dijual di kancah lokal atau dalam daerah saja melain tembus hingga ke mancanegara. Negara tujuan ekspor lada dari Kecamatan Pengadegan yakni India, Jepang dan Timur Tengah.
       “Pengusahanya kan orang India jadi ekspornya utamanya ke India kemudian Jepang dan ke daerah Timur Tengah,” tuturnya.
        Lada di Kecamatan Pengadegan menurutnya memang sudah menjadi primadona semenjak puluhan tahun lalu. Lada atau merica merupakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi jika dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya.
        “Harga jualnya yang relatif tinggi menjadi daya tarik bagi petani untuk membudidayakan tanaman lada,” ujar Sri Haryanti.
        Saat ini BPP Kecamatan Pengadegan tidak hanya membudidayakan lada panjat melainkan saat ini tengah dibudidayakan lada perdu. Hal ini untuk meningkatkan produktivitas tidak hanya para petani lada melainkan juga warga setempat untuk terus membudidayakan lada sebagai komoditas unggulan Kecamatan Pengadegan. “Karena Kecamatan Pengadegan ini potensial sekali untuk pengembangan tanaman lada,” terangnya. (yit/El)