Home Ekbis Harga Kedelai Naik, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Perkecil Ukuran Tempe

Pengrajin tempe terpaksa memperkecil ukuran karena kedelai naik harga.
Pengrajin tempe terpaksa memperkecil ukuran karena kedelai naik harga.
Pengrajin tempe terpaksa memperkecil ukuran karena kedelai naik harga.

Semarang, 12/3 (BeritaJateng.net) – Naiknya harga kedelai di pasaran Rp. 1000 hingga 1400 perkilo sejak pekan lalu, membuat pengrajin tempe rumahan kebingungan. Untuk mengatasi naiknya harga kedelai, para pengrajin terpaksa mengecilkan ukuran untuk meminimalisir kerugian karena tidak bisa menaikan harga jual tempe.

Tarmani salah seorang pengrajin tempe rumahan kawasan Gumuksari, Simongan, Semarang Barat, mengaku pernah sekali menaikan harga jual tempe di pasaran, namun tempe hasil olahannya tidak laku di pasaran.

“Untuk mengatasi biaya produksi ya terpaksa kami mengurangi dan memperkecil tempe agar laku,” ujarnya, Kamis (12/3/2015).

Saat ini harga kedelai dipasaran mencapai RP. 8000 hingga 8400 perkilo atau naik sebesar lima belas persen dari harga sebelumnya. Sementara itu wacana pemberian surat persetujuan impor kepada bulog juga tidak sepadan dengan tingginya harga beli kedelai di pasaran. Tingginya harga kedelai masih saja selalu menjadi permasalahan bagi pengrajin tempe dan tahu, hanya saja pemerintah hingga saat ini belum bisa mengambil sikap yang tegas guna menstabilkan harga kedelai. (BJ15)