Home Ekbis Harga Kedelai Import di Kudus Turun

Harga Kedelai Import di Kudus Turun

Kudus, 21/12 (Beritajateng.net) – Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sempat mengalami kenaikan seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kata Ketua Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma’ruf.

“Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus turun hingga menyentuh level Rp12.900,00, harga jual kedelai impor ikut naik Rp100,00 menjadi Rp8.050,00 per kilogram,” ujarnya di Kudus, Minggu.

Hanya saja, kata dia, harga jual kedelai tersebut tidak bertahan lama karena saat ini telah menurun hingga Rp200,00/kg secara bertahap menyusul kembali menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Harga jual kedelai impor saat ini, kata dia, sebesar Rp7.850/kg.

“Meskipun harga belinya lebih tinggi, ketika kurs rupiah menguat harga jual kedelai impor tetap disesuaikan,” ujarnya.

Meskipun terjadi kenaikan harga jual kedelai impor menyusul nilai tukar rupiah terhadap dolar juga mengalami penurunan, kata dia, tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan kedelai.

Pasalnya, lanjut dia, permintaan kedelai juga masih relatif cukup stabil karena mayoritas pengrajin tahu dan tempe tidak mengurangi kuantitas pembeliannya.

Stok kedelai impor yang tersedia saat ini masih relatif cukup aman karena di gudang masih tersimpan sekitar 60 ton.

Meskipun musim panen kedelai di berbagai daerah di Tanah Air sudah lewat, Primkopti Kudus juga masih memiliki sisa stok kedelai lokal yang biasanya dijadikan bahan campuran pembuatan tahu atau tempe.

Adapun stok kedelai lokal yang dimiliki Primkopti Kudus sebanyak 20 ton.

Harga jual kedelai lokal saat ini mengalami penurunan menjadi Rp7.600,00/kg, sedangkan harga jual sebelumnya mencapai Rp7.750,00/kg.

Permintaan kedelai dalam seharinya berkisar 15–20 ton dengan jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kudus mencapai 300-an pengusaha. (Bj)

Advertisements