Home Ekbis Harga Garam Naik, Produsen Ikan Asin Pilih Libur

Harga Garam Naik, Produsen Ikan Asin Pilih Libur

36
0
Nelayan tengah menjemur ikan untuk diasinkan.
               Cilacap, 1/8 (BeritaJateng.net) – Sejumlah produsen ikan asin (pengasin) di wilayah Cilacap saat ini memilih tidak memproduksi ikan asin karena dipastikan akan merugi akibat mahalnya harga garam. Semakin merugi, karena tidak diimbangi dengan kenaikan harga ikan asin, bahkan dipasaran harganya cenderung menurun.
            Diantara produsen ikan asin adalah Ngatiyem yang memiliki lokasi usaha di di Jalan Swadaya RT 08 RW 4 Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan. Jika dihitung untuk dapat memproduksi ikan asin seperti sebelumnya, ia harus mengeluarkan modal yang lebih besar. “Karena garam harganya sekarang naik 50 persen . Tadinya kan cuma 3 ribu per kilo. Ga mungkin kita sanggup bikin, wong jual hasil ikan asinnya saja malah turun. Rugi jadinya” ujarnya, Selasa (1/8).
            Diungkapkan, dalam kondisi normal, ia biasa memproduksi ikan asin jenis tongkol dengan kebutuhan garam persediaan hingga 2 ton. Hasilnya, ikan asin dijual antara Rp 12 sampai 15 ribu per kilogram dengan harga garam Rp 3 ribu. “Sekarang saya Cuma bikin ikan asin dari stok garam yang masih ada sedikit” katanya.
            Tiga gudang di rumahnya juga dibiarkan kosong dengan peralatan pengolah dan penjemurnya yang menumpuk disampingnya. Untuk menyambung hidupnya, ia banting setir dengan menjual ikan basah yang didapatnya langsung dari kapal nelayan.
            Mahalnya harga garam juga dibarengi dengan kelangkaan barang seperti yang terpantau di Pasar Gede Cilacap. Garam bata yang biasanya banyak distok pedagang, nyaris tak bisa dijumpai. Beberapa pedagang mengaku, pemasok tidak ada lagi mengirimnya. “Ada yang ngirim stok lama dan harganya sudah dinaikan. Dulu harganya Rp 3.000-Rp 3.500 sekarang jadi Rp 7.500” tutur Sodriyah pedagang di Pasar Gede. (yit/el)