Home Ekbis Harga Cabai di Cilacap Terus Melonjak

Harga Cabai di Cilacap Terus Melonjak

image

Cilacap, 3/12 (Beritajateng.net) – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus melonjak akibat minimnya pasokan dari petani dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Gede dan Pasar Sidodadi, Cilacap, Rabu, harga cabai rawit merah telah mencapai Rp70 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp60 ribu/kg, cabai merah besar Rp55 ribu/kg, dan rawit hijau Rp50 ribu/kg.

Salah seorang pedagang sayuran, Sariyah (45), mengatakan kenaikan harga cabai secara bertahap dan yang terakhir terjadi pada Senin (1/12).

“Bahkan, kenaikan harga cabai rawit merah sangat drastis, yakni dari Rp50 ribu/kg menjadi Rp70 ribu. Sementara untuk cabai merah besar naik dari Rp52 ribu/kg menjadi Rp55 ribu/kg, cabai merah keriting naik dari Rp56 ribu/kg menjadi Rp60 ribu/kg, dan rawit hijau dari Rp45 ribu/kg menjadi Rp50 ribu/kg,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga cabai karena pasokan dari petani semakin minim sebagai akibat curah hujan yang tinggi di sentra penghasil cabai, dan serangan hama patek.

“Sehingga banyak tanaman yang gagal panen,” katanya.

Selain pasokan minim, kata dia, kenaikan harga BBM bersubsidi juga berdampak pada kenaikan harga cabai karena biaya distribusi komoditas pertanian tersebut turut membengkak.

Seorang ibu rumah tangga di Adipala, Maryam (63), mengaku membeli cabai rawit merah eceran Rp1.000 hanya mendapat tujuh biji.

“Saya tidak berani beli banyak karena harganya sangat mahal, yang penting bisa untuk membuat sambal,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Cilacap Dian Arinda Murni mengaku harga cabai terus melonjak akibat minimnya pasokan dari petani.

“Kalau musim hujan, biasa seperti ini, harga cabai naik,” katanya.(ant/pj)