Home Ekbis Harga Beras di Kebumen Masih Tinggi

Harga Beras di Kebumen Masih Tinggi

images

Kebumen, 16/3 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menyatakan harga beras di sejumlah pasar tradisional di kawasan selatan Provinsi Jawa Tengah, hingga kini masih cukup tinggi karena belum musim panen.

“Harga beras masih tinggi karena belum memasuki musim panen,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar Pemkab Kebumen, Agung Patuh, di Kebumen, Senin (16/3).

Hasil pantauan petugas dinas itu di sejumlah pasar tradisional skala besar menunjukkan bahwa harga beras jenis Rojolele Rp12.000 per kilogram dan Mentik wangi Rp11.000.

Meskipun masih tergolong tinggi harganya, katanya, beras jenis IR64 untuk kelas medium turun dari Rp9.800 menjadi Rp9.250 per kilogram.

“Karena belum memasuki musim panen sehingga pasokan beras dari luar daerah ini menjadi berkurang,” katanya.

Ia mengatakan pasokan beras ke daerah setempat, antara lain berasal dari Delanggu, Kabupaten Klaten dan Yogyakarta.

Ia mengatakan umumnya masyarakat masih mampu menjangkau harga beras tersebut.

Pada kesempatan itu, ia menyebut perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di berbagai pasar tradisional di daerah setempat.

Harga gula pasir naik dari Rp9.000 menjadi Rp9.200 per kilogram, minyak goreng barko dari Rp15.000 menjadi Rp15.500, elpiji ukuran 12 kilogram dari Rp138.000 menjadi Rp145.000 per tabung.

Sejumlah barang kebutuhan pokok lainnya mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras dari Rp25.000 menjadi Rp22.000 per kilogram, telur ayam ras dari Rp18.000 menjadi Rp17.000.

Selain itu, harga kentang turun dari Rp10.000 menjadi Rp9.000 per kilogram, wortel dari Rp6.000 menjadi Rp5.000, ikan teri asin dari Rp25.000 menjadi Rp23.000, ikan asin layur dari Rp23.000 menjadi Rp22.000.

“Kami terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok,” katanya. (ant/BJ)