Home Ekbis Harga BBM Turun, Organda Pertimbangkan Tarif Angkutan

Harga BBM Turun, Organda Pertimbangkan Tarif Angkutan

Organda

Semarang, 19/1 (beritajateng.net) – Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Kota Semarang mempertimbangkan penurunan tarif angkutan umum kota seiring turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai hari ini.

Ketua Organda Kota Semarang Wasi Darono mengatakan, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan anggota untuk membahas penurunan tarif angkutan umum kota.

Meskipun begitu, lanjut Wasi, pihaknya tidak dapat memastikan apakah ada perubahan harga setelah rapat koordinasi tersebut. Hal ini dikarenakan dalam kurun waktu dua bulan ini sudah ada tiga kebijakan, diantaranya kenaikan harga premium menjadi Rp. 8.500 perliter, kemudian turun Rp. 7.600 per liter dan terakhir turun lagi menjadi Rp. 6.600 perliter.

“Saat ini kami masih memberlakukan tarif batas bawah dan batas atas untuk angkutan umum, yakni Rp. 3.000 dan Rp. 6.000 berdasarkan jarak maksimal 8 kilometer, untuk selebihnya sebesar Rp. 160 per kilometernya,” paparnya.

Menurutnya, untuk menentukan perubahan tarif, tidak hanya dilihat dari harga BBM saja, tetapi juga harus dipertimbangkan harga suku cadang kendaraan, serta biaya operasional.

“Apalagi saat ini harga suku cadang sedang tidak turun, menyikapi hal ini kami akan segera mengadakan pertemuan dengan pemilik transportasi umum dan Dishub Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Muklis salah satu supir angkutan umum menjelaskan, meskipun harga BBM sudah turun namun dirinya masih menggunakan tarif lama.

“Kondisi harga BBM yang berubah-ubah membuat bingung para supir angkutan untuk menentukan tarif angkutan umum,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, R. Agus Harmunanto mengatakan, permasalahan tarif bukan hanya ditunjang dari kenaikan BBM saja, namun masih banyak komponen lain seperti, pelumas, spare part, onderdil, upah dan lain sebagainya. Sedangkan dari BBM hanya menunjang sekitar 20 persen sebagai bahan pertimbangan.

“Senin ini kita sudah lakukan survey komponen-komponen tersebut, selanjutnya akan kita undang dari pengusaha, organda dan LP2K sehingga dicapai kesepakatan untuk tarif pasti angkutan umum. Yang jelas dalam waktu dekat akan kami sosialisasikan,” papar Agus. (BJ05)