Home News Update Harapan Pedagang Pasca Kebakaran

Harapan Pedagang Pasca Kebakaran

image

Semarang, 18/05 (BeritaJateng.net)-Kebakaran Pasar Johar pada Sabtu malam, (9/05) lalu masih menyisakan keprihatinan yang mendalam. Suwarni yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang pakaian di Pasar Johar rela menunggu di trotoar Jalan KH Agus Salim hanya untuk melihat lapaknya yang masih dalam proses penyelesaian.

Barang dagangannya habis terbakar, hingga 10 hari ini belum ada tindak lanjut dari pejabat setempat akan nasib barang dagangannya. Kiosnya berada di Johar bagian utara, semuanya ludes. “Saya hanya bisa melihat teman-teman yang masih punya mobil dan dagangannya masih ada,  bisa buka lapak di mobil. Di rumah, saya merasa tertekan apabila ingat kejadian kebakaran malam itu, ” ujarnya saat ditemui Senin (18/5).
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/essay-writing-service.html

Putri Rahmawati, pedagang Gorden yang sudah berjualan selama satu tahun lebih di Johar juga merasakan imbas pasca kebakaran. Dia berjualan di lapak yang baru dibangun dengan alasan jika menunggu relokasi masih 2 bulan, itu bukan waktu yang sebentar. “Sementara kami tidak ada pemasukan sama sekali, yang ada rugi. Kami berjualan cuma di Johar ini, “keluhnya.

Dinas Pasar telah mengijinkan membuat lapak, selama proses relokasi sedang dijalankan. Hanya saja menurut Ridwan, pedagang jilbab dan jas hujan yang semuanya ludes terbakar, terjadi ketidakadilan dalam ukuran pembuatan lapak. “Dari pihak Dinas Pasar memang mengijinkan membuka lapak sampai Lebaran sembari menunggu relokasi tanah wakaf di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) selesai. Awalnya memang ada beberapa tempat yang dijadikan tujuan relokasi, salah satunya Johar Mall lantai 3, 4 dan 5. Akan tetapi, pedagang kemarin berdemo lantaran disuruh membayar 1,5 juta per bulan. Pedagang merasa keberatan, terlebih pasca kena musibah kebakaran ini, “tandasnya.

Berdasarkan informasi di salah satu televisi nasional, semua pedagang pasar Johar akan mendapat uang sumbangan sebesar 3 juta, namun sampai sekarang juga belum terealisasi. Ridwan mengatakan, dana tersebut setelah dikonfirmasi kepada Dinas Pasar diberikan saat relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) selesai.
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/cheap-research-papers.html

Ditambah lagi masalah ukuran lapak yang menurutnya janggal, petak lapak pedagang YAI lebih besar dan terletak di tempat teduh, sedangkan milik pedagang kecil seperti miliknya kecil dan panas.
www.topsedu.xyz/wp-content/languages/new/professional-resume-help.html

Setelah dikonfirmasi kepada Pengurus Kelompok Bapak Sutrisno Alun-Alun Tengah Selatan (ATS), Narto mengatakan tiap kelompok membangun lapak dengan biaya sendiri.

“Ukurannya tidak sama tergantung jumlah anggota masing-masing, karena masing-masing kelompok sudah mendapat jatah menurut kesepakatan antar kelompok. Semakin banyak anggota, maka semakin kecil lapaknya, “katanya.

Para pedagang berharap arus mobil tidak melintas di sepanjang lapak dagang karena mengganggu aktivitas berdagang, sedang motor masih bisa dimaklumi. Luka mereka masih belum hilang mengingat H-1 sebelum terjadi kebakaran, tepatnya Jumat (8/05/2015) lalu, baru saja menyetok barang dagangan, apalagi belum semuanya dibayar lunas. Tidak tahunya terjadi musibah di hari berikutnya.  (Mg-1)