Home Lintas Jateng Hanya 10 Persen Kaset Dan CD Orisinil Yang Beredar Di Jateng, Sisanya...

Hanya 10 Persen Kaset Dan CD Orisinil Yang Beredar Di Jateng, Sisanya Bajakan

pemusnahan CD bajakan
SOLO, 15/10 (BeritaJateng.net) – Maraknya peredaran kaset dan CD bajakan di wilayah Jawa Tengah sudah sedemikian tingginya. Bahkan 90 persen kaset dan CD yang beredar di pasaran adalah bajakan dan hanya 10 persen saja yang merupakan karya orisinil.   

Hal tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa geram, membayangakan berapa kerugian akibat aksi pembajakan. Seharusnya pendapatan dari dari produk hasil  rekaman bisa  mencapai Rp2,4 triliun/tahun, kenyataannya hanya Rp12 miliar/tahun. 

“Stop aksi pembajakan untuk melindungi  nasib produser, penyanyi dan pencipta lagu agar hidupnya lebih baik,” jelasnya di Lokananta Solo Jawa Tengah, Kamis (15/10/2015). 

Salah satu penyanyi campur sari dan juga  penyelenggara aksi, Cak Diqin menjelaskan bahwa aksi damai tolak 
pembajakan ini sebagai bentuk kekesalan para seniman akibat haknya terampas oleh aksi pembajakan. Akibatnya  perkembangan dunia kesenian, khususnya Jawa Tengah semakin tidak menentu. 

Penyanyi campur sari dan juga penyelenggara aksi, Cak Diqin mengatakan, gerakan anti pembajakan ini sebagai wujud kekesalan seniman yang sudah  sudah patah arang mengingat  mengingat hak-haknya terus dirampas. 

“Imbasnya perkembangan dunia kesenian, khususnya di Jawa Tengah semakin tidak jelas. Hampir semuanya kolaps meski ada yang beberapa yang tetap eksis meski dalam hitungan jari,” keluhnya. 

Pihaknya berharap agar polisi segera menindaklanjuti aduan agar para seniman sehingga seniman kembali memiliki semangat untuk berkarya dan meramaikan kesenian tanah air. 

Sementara itu Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku aksi demo damai anti pembajakan merupakan kegiatan yang positif. Namun hal itu juga perlu ditindaklanjuti dengan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta. 

“Semua peraturan sudah jelas tinggal pelaksaannya saja,” ungkap Rhoma. 

Aksi ditutup dengan pemusnahan sekitar 50 ribu keping CD bajakan hasil razia kepolisian dan di lindas dengan menggunakan stoom. (BJ24)