Home Lintas Jateng Hampir 4 Tahun Pengelola Lawang Sewu Tak Setor Pajak Retribusi ke Pemkot

Hampir 4 Tahun Pengelola Lawang Sewu Tak Setor Pajak Retribusi ke Pemkot

845
Dinas Pengelolaan Keuangaan dan Aset Daerah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor management Lawang sewu Semarang
Dinas Pengelolaan Keuangaan dan Aset Daerah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor management Lawang sewu Semarang
Dinas Pengelolaan Keuangaan dan Aset Daerah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor management Lawang sewu Semarang

Semarang, 2/10 (BeritaJateng.net) – Lawang sewu merupakan salah satu destinasi wisata favorit kota Semarang dan cukup digandrungi wisatawan. Terhitung hingga Agustus 2015 pengunjung Lawang sewu tembus diangka 438.092 orang.

“Bahkan pengunjung lawang sewu pada Lebaran lalu tembus 8.000 pengunjung perhari yang mayoritas dari luar daerah,” ujar Manager Museum Manajemen PT KAI Sapto Hartoyo.

Hal ini lah yang menjadi sorotan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Semarang, pasalnya hampir empat tahun pengelola destinasi lawang sewu yakni PT Kereta Api Indonesia tidak memenuhi kewajibannya membayar retribusi pajak hiburan ke Pemkot Semarang.

Hal ini di ketahui saat Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tempat wisata Lawang Sewu Semarang, Kamis (1/10).

Sidak yang dipimpin langsung Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) kota Semarang Agus Wuryanto berlangsung singkat.

Agus Wuryanto mengatakan, sidak dilakukan di dua tempat yakni Lawang sewu dan Wonderia. “Pada sidak kali ini pihak Wonderia sudah memberikan keterangan, mereka sudah menyetorkan uang muka pajak retribusi dan akan diselesaikan saat penutupan kegiatan expo di Wonderia. Sedangkan sidak di Lawang sewu belum membuahkan hasil, karena kewenangan memberikan keterangan berada di Daop 4,” kata Agus.

Ia mengakui, selama sekitar empat tahun ini lawang sewu memang belum menyetorkan pajak retribusi dari tiket masuk pengunjung ke Pemerintah kota Semarang.

Sebagai tindak lanjut, tambah Agus, pihaknya berencana melayangkan surat ke pihak Daop 4 terkait permasalahan pajak retribusi tersebut.

“Apa yang dilakukan bidang pajak daerah dengan cara gencar melakukan sidak ke sejumlah tempat destinasi, tak lain karena hingga bulan September 2015, pendapatan pajak dari hiburan yang belum tercapai,” bebernya.

Sesuai Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, semua penyelenggaraan hiburan yang dipungut bayaran, wajib mamanuhi kewajibannya membayar pajak hiburan kepada Pemerintah Kota Semarang dengan besaran 20 persen dari nilai tiket yang diterapkan. (BJ05)

Advertisements