Home Lintas Jateng Hama Tikus Serang Sawah Petani Karanganyar

Hama Tikus Serang Sawah Petani Karanganyar

hama tikus

Karanganyar, 6/2 (BeritaJateng.net) – Sebagian petani di wilayah Buran Tasikmadu madu mulai mengeluh adanya hama tikus dan orong-orong juga keong yang merusak areal persawahan miliknya. 

Sunardi, salah satu pemilik sawah mengaku beberapa hari ini tikus mulai menggerogoti tanaman padi miliknya. Biasanya hewan pengerat ini beroprasinya malam hari.

“Mulai terlihat ndembok-ndemblok (bekas tapak tikus) di sawah. Sudah seminggu ini,” jelasnya ketika ditemui di sawah miliknya, Jumat (6/2/2015).

Sunardi merasa kewalahan dengan kehadiran tikus yang memakan padi miliknya yang baru berusia 1 bulan. Bahkan segala obat pemberantas hama sudah dicobanya. Justru  rombongan tikus yang datang makin banyak.

“Sudah coba pembasmi tikus, mulai dari harga murah sampai mahal. Hasilnya tikusnya malah ngamuk,” keluhnya. 

Darto, petani desa Buran juga menjelaskan, hama tikus juga mengancam areal persawahan yang ada didekatnya. Karena meski sawah di sampingnya tidak terkena hama tikus namun jika lokasi sampingnya sudah didatangi tikus pasti akan menyebar ke sawah di sekitarnya. 

“Biasanya jika satu lokasi sawah sudah di datangi tikus, sawah disekitarnya juga akan terkena imbasnya,” akunya.

Kepala Dinas Kepala Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Supramnaryo mengakui ada sebagian sawah di wilayah Karanganyar yang terkena hama. Namun masih dalam skala kecil.

“Hanya sebagian wilayah saja, seperti tikus dan keong. Lokasinya juga tertentu tidak semuanya,” jelasnya ketika ditemui di kantornya.

Mengatasi hama yang terjadi Supramnaryo menyarankan untuk mengurangi penggunaan pestisida. Karena tidak baik untuk untuk tanaman padi, residu yang ada dalam pestisida  akan ikut terserap tanaman. 

“Selain itu penggunaan pestisida juga bisa merusak ekosistem di persawahan, karena banyak serangga yang bukan hama akan mati. Lebih baik gunakan kompos agar kondisi unsur hara tanah tetap stabil,” sarannya. (BJ24)