Home Hukum dan Kriminal Hakim Terima Dakwaan Kasus Penipuan Rp5,1 Miliar

Hakim Terima Dakwaan Kasus Penipuan Rp5,1 Miliar

Solo, 30/12 (Beritajateng.net) – Majelis hakim menerima surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus penipuan uang senilai Rp5,1 miliar pada sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Solo, Selasa.

Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto dibantu Subur S. Satyo dan Puji Hendro Suroso dalam putusan sela dengan terdakwa penipuan dan penggelapan pasangan suami-istri Mardiyanto (50) dan Sri Mulyani (48), warga Karanglo, RT 003, RW 008, Madegondo Grogol Sukoharjo itu akhirnya memutuskan untuk melanjutkan persidangan.

Pada persidangan selanjutnya, kata Ketua Majelis Hakim Teguh Haryanto, pihaknya meminta jaksa penuntut umum Ana May Diana untuk menghadirkan para saksi dan sejumlah barang bukti untuk pemeriksaan kedua terdakwa.

Pada putusan sela ini, kata hakim, ditetapkan dengan pertimbangan bahwa dakwaan jaksa penurtut umum sesuai dengan pasal yang digunakan sudah masuk ke pokok perkara sehingga perlu dibuktikan dengan meminta keterangan saksi dan barang bukti dalam persidangan.

Menurut majelis hakim, eksepsi atau tanggapan yang disampaikan oleh penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima karena dinilai sudah keluar dari ruang lingkup.

Oleh karena itu, majelis hakim meminta jaksa menghadirkan para saksi dan barang bukti pada persidangan selanjutnya di PN Surakarta, Selasa (6/1).

Jaksa penuntut umum Ana May Diana mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua saksi pada sidang dengan agenda mendengarkan ketarangan saksi.

“Kami siapkan dua saksi. Namun, kami belum bisa menjelaskan siapa dua saksi itu,” kata jaksa.

Penasihat hukum terdakwa R. Bagus Anang Widjaya menjelaskan bahwa pihaknya menanggapi putusan sela majelis hakim, yakni akan menempuh upaya jalur hukum lain dengan mengajukan banding terhadap putusan itu.

“Kami tetap yakin itu merupakan perdata, bukan pidana. Kami akan buktikan fakta persidangan bahwa klien kami terkait dengan kasus utang piutang,” katanya usai sidang.

Jaksa penuntut umum pada sidang sebelumnya telah menolak eksepsi terdakwa dan memohon kepada majelis hakim untuk melanjutkan sidang pada putusan sela.

Jaksa penuntut umum Ana May Diana mengatakan bahwa pihaknya tetap sama sesuai surat dakwaannya, No.Reg.Perkara:PDM-174/SKT I/Epp.2/11/2014, tertanggal 28 November 2014, dengan pasal berlapis tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap terdakwa Sri Mulyani dan Mardiyanto.

Menurut dia, surat dakwaannya sudah dinilai jelas dan cermat, karena disusun dengan secara berlapis dengan hasil penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan sejumlah barang bukti yang ada.

Jaksa tetap pada pendiriannya dalam surat dakwaan terhadap terdakwa pasutri tersebut dengan pasal berlapis, yakni pertama, Pasal 378 juncto Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP, dan kedua Pasal 372 jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. (Ant/BJ)

Advertisements