Home Headline Hakim PTUN Menangkan Calon Perangkat Daerah Kabupaten Demak

Hakim PTUN Menangkan Calon Perangkat Daerah Kabupaten Demak

309
0
Zulaikah dan Siti Mustab Siroh (berhijab) berofoto bersama seusai memenangkan gugatan sengketa seleksi perangkat desa di Kabupaten Demak. 
      Demak, 7/6 (BeritaJateng.net) – Kasus yang sekarang ini masih hangat di wilayah Kabupaten Demak yaitu terkait seleksi pengangkatan perangkat desa nampaknya memasuki babak baru, pasalnya satu persatu gugatan yang diajukan oleh calon perangkat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sudah memunculkan putusan.
      Seperti halnya gugatan yang diajukan oleh Zulaikah sebagai calon sekretaris desa dan Siti Mustab Siroh sebagai calon kepala dusun di Desa Tlogopandogan Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Dimana keduanya sebelumnya dinyatakan sebagai peserta yang memperoleh nilai tertinggi saat tes seleksi perangkat desa yang dilakukan oleh pihak ke tiga dalam hal ini UNS.
      Dalam laporan hasil seleksi disebut bahwa Zulaikah memperoleh peringkat pertama dari 17 peserta. Ia mendapatkan nilai 54,20. Sedangkan di posisi ke dua ada Abdul Hasyim  dengan nilai 53,90. Sementara untuk pemilihan kepala dusun Siti Mustab Siroh juga menduduki peringkat teratas dari delapan peserta. Ia memperoleh nilai 66,50 dan posisi kedua diduduki oleh Khoirotul Hidayah dengan total nilai 56,30.
      Sedangkan surat hasil seleksi tersebut diumumkan pada 26 Februari 2017. Namun, hingga kini keduanya tidak kunjung dilantik oleh Kepala Desa Tlogopandogan. Tidak terima dengan kenyataan tersebut keduanya kemudian mengajukan gugatan ke PTUN Semarang.
       “Salinan putusannya sudah keluar hari ini majelis hakim intinya menyatakan mengabulkan permohonan klien kami,” ucap kuasa hukum Zulaikah dan Siti, Saut Excaverius Sagala.
      Sagala, menegaskan agar apa yang sudah diputuskan oleh hakim tersebut, kepala desa diwajibkan untuk segera menerbitkan keputusan pengangkatan dan  melantik Zulaikah dan Siti. Alasan mendasar keduanya terpaksa menempuh jalur hukum karena dari seleksi perangkat desa Tlogopandogan yang telah berlangsung mereka dinyatakan lolos seleksi dan memiliki nilai tertinggi. Namun kepala desa malah tidak bersedia melakukan pelantikan dengan alasan menghormati proses hukum.
       Seharusnya jika sesuai dengan peraturan, keduanya segera dilantik, setelah surat hasil seleksi keluar. Kades diwajibkan menyerahkan hasil seleksi itu ke pihak kecamatan dan kemudian kecamatan mengajukan rekomendasi pelantikan.
      “Hasil seleksi tidak kunjung diserahkan, seharusnya melihat itu Bupati Demak juga bisa bertindak tegas karena dalam Pasal 38 ayat 3 Perda Kabupaten Demak Nomor 1 Tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa menyebutkan bahwa kepala desa yang tidak bersedia melantik perangkat desa dapat diberikan sanksi oleh bupati,” pungkas Sagala.(BW/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here