Home Headline Hakim Pengadil Nurmarkesi Dianggap Ragu-ragu

Hakim Pengadil Nurmarkesi Dianggap Ragu-ragu

image

Semarang, 9/2 (Beritajateng.net) – Hakim yang mengadili mantan Bupati Siti Nurmarkesi dalam kasus korupsi bantuan sosial Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dinilai ragu-ragu dalam menjatuhkan hukuman.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Eko Haryanto.

“Hakim ragu-ragu, seharusnya kalau sudah diputus bersalah harus memerintahkan agar ditahan,” katanya di Semarang, Senin.

Hal tersebut disampaikan Eko menanggapi putusan tiga tahun penjara terhadap Nurmarkesi, namun tanpa disertai dengan perintah agar ditahan.

Mantan Bupati Kendal Siti Nurmarkesi dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam perkara korupsi bantuan sosial Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 2010.

Hukuman yang dibacakan Hakim Ketua Gatot Susanto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama enam tahun.

Dalam putusannya, hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp100 juta yang jika tidak dibayar akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan.

Hakim Ketua Gatot Susanto tidak memerintahkan terdakwa untuk ditahan usai pembacaan putusan.

Dalam putusan tersebut, menurut Gatot, terdapat perbedaan pendapat oleh salah satu hakim berkaitan dengan perintah penahanan tersebut.

“Terdapat ‘dissenting opinion’ olah hakim anggota dua berkaitan dengan penahanan ini,” kata Gatot.

Eko menambahkan tindakan hakim tersebut dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi dunia hukum.

“Keputusan ini tidak akan memberi efek jera terhadap pelaku korupsi,” katanya.

Ia khawatir kejadian serupa akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Menurut dia, preseden semacam ini pernah terjadi pada 2011 dalam perkara korupsi pembangunan Gedung Keuangan Negara dengan terdakwa Setiabudi.(ant/Bj02)