Home Lintas Jateng Hadapi Kemarau, BPBD Blora Beri Penyuluhan Pencegahan Kebakaran

Hadapi Kemarau, BPBD Blora Beri Penyuluhan Pencegahan Kebakaran

image
Ilustrasi

Blora, 22/5 (Beritajateng.net)-Sebanyak 40 orang peserta, sejumlah kepala desa (kades) dan tokoh masyarakat di desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan di Kecamatan Jiken dan Kecamatan Sambong mendapat penyuluhan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. Penyuluhan terkait pencegahan bahaya kebakaran saat musim kemarau.

Penyuluhan berlangsung di pendopo Kecamatan Jiken, Jumat (22/5).“Fokusnya bukan spesifik pencegahan kebakaran di kawasan hutan, tapi pencegahan kebakaran secara umum, terutama di kawasan pemukiman warga,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora, Sri Rahayu.

Selain dari BPBD Blora, narasumber pada penyuluhan itu juga melibatkan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) serta PLN.

Menurut Sri Rahayu, jumlah kasus kebakaran di Blora masih cukup tinggi setiap tahun dengan kerugian materiil mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Selama musim hujan di awal 2015 hingga bulan Mei ini saja, terjadi sebanyak delapan kebakaran.
Meski kebakaran bisa saja terjadi di musim penghujan, tetapi saat musim kemarau potensi terjadinya kebakaran akan lebih meningkat. Hal itu seiring meningkatnya suhu udara yang menyebabkan keringnya benda-benda sehingga mudah terbakar.“Kami berharap melalui penyuluhan kali ini menjadi semangat bersama dalam mengemban tugas kemanusiaan. Ini sebuah tugas yang sangat mulia. Saling waspada, mengingatkan, membantu dan mengajari untuk kita tularkan kepada warga masyarakat,” tandas Sri Rahayu.

Dia mengakui jumlah personel maupun peralatan pemadaman yang dimiliki BPBD sangat terbatas. Padahal wilayah Blora sangat luas dengan desa-desa yang lokasinya cukup jauh. Pihaknya pun berharap kades dan tokoh masyarakat yang mengikuti penyuluhan itu bisa menyampaikan kepada masyarakatnya tentang pencegahan bahaya kebakaran. Sehingga jumlah kasus kebakaran akan semakin berkurang.

“Dan seandainya terjadi kebakaran, kades dan tokoh masyarakat diharapkan bisa membantu pemadaman lebih awal. Penanggulangan bencana adalah tanggungjawab kita semua,” kata Sri Rahayu. (BJ31)