Home Lintas Jateng Gus Yasin Ajak Warga Jateng Melek Digital

Gus Yasin Ajak Warga Jateng Melek Digital

1096
0
Gus Yasin Ajak Warga Jateng Melek Digital

Demak, 17/9 (BeritaJateng.net) – Di era revolusi industri seperti sekarang ini, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Apalagi saat ini , kita juga tengah menghadapi fenomena disrupsi digital yang mulai menggerus sejumlah sektor seperti transportasi, keuangan, ritel dan logistik.

Digitalisasi akibat evolusi teknologi yang mengubah hampir semua tatanan kehidupan itu, harus disikapi dengan bijak.

“Saya mengajak masyarakat Jawa Tengah, agar melek digital. Ayo kita pelajari digital, terlebih di lembaga pendidikan. Kedepannya sekolah atau kampus yang tidak memiliki tempat, bisa jadi mempunyai murid atau mahasiswa yang banyak, dengan penyampaian materi pelajaran secara online,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, saat meyampaikan materi kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa baru Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak tahun akademik 2018/2019, di Pendopo Pemkab Demak, Minggu (16/9/2018).

Acara yang mengambil tema “Revolusi Mental di era Disrupsi” itu, juga menghadirkan pakar pendidikan vokasi Universitas Negeri Semarang, Profesor Joko Widodo dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Anjar Gunadi serta Rektor Unisfat Demak, Suemy.

Manfaat di era digital , sambung Yasin, bisa diambil atau tidak tergantung dari diri setiap orang. Jika kita tidak segera ‘melek’ digital maka akan ketinggalan jaman.

“Beberapa bisnis yang sekarang berkembang, sebenarnya hanya sistem yang dikembangkan dan lebih canggih. Seperti, pemilik Facebook , dia hanya duduk manis di rumah, membuat sistem digital, hasilnya digunakan oleh hampir seluruh dunia. Ojekpun sekarang juga dikembangkan dan dikelola dengan sistem online,” kata Gus Yasin sapaan akrabnya.

Menurutnya, pada era serba digital ini, selain mahir di bidang teknologi, ilmu agama juga tidak kalah pentingnya, karena agama selaras dengan perkembangan zaman.

Menciptakan generasi cerdas yang berakhlakul kharimah, tidak lepas dari revolusi atau perbaikan mental. Revolusi mental tidak hanya di level mahasiswa atau pelajar, tetapi revolusi mental sampai ke instansi-instansi pemerintah maupun instansi lainnya.

“Kita ingin memperbaiki bareng-bareng supaya menjadi insan yang jujur. Kalau kejujuran itu sudah ada, Insya Allah mulai dari kehakiman, kejaksaan, polisi sampai ke KPK, tidak lagi bekerja keras mengawasi diri kita. Sebab revolusi mental itu sudah kita implementasikan di hati kita masing-masing, sehingga mental akan menjadi tangguh,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unisfat Demak, Suemy, mengatakan, sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi di tanah air, Unisfat Demak siap mencetak lulusan yang memiliki keahlian dan skill (keterampilan) yang dibutuhkan di era masa depan yang serba digital. Mencetak generasi cerdas yang mampu beradaptasi, menguasai teknologi serta beperilaku baik.

“Unisfat menjadi kawah candradimuka bagi generasi digital. Kita siapkan sumber daya manusia yang berkompetensi, produktif dan bertanggung jawab pada diri sendiri dan masyarakat , tentunya yang berakhlak mulia,” ujarnya. (El)